Ganggawa di Malam Hari

Orang bilang sangat pekat ini malam Ujung jari tak tampak mereka bilang

Menjadi Seorang Murobbi

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. 21 : 107)

FOTO KKN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

ISLAMIC CAMP

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNM

Lokasi di Jl Dg Tata Raya, Parangtambung Makassar, Sulawesi Selatan

Showing posts with label ITB. Show all posts
Showing posts with label ITB. Show all posts

Friday, 19 February 2016

Rindu pada Jatinangor


Malam ini malam Juma’t, bertepatan dengan malam nisfu syaban, yang secara bahasa berarti pertengan bulan Syaban. Malam yang sebagian umat islam meng-istimewakan malam ini dengan melakukan berbagai macam amalan dan sebagian lain menganggapnya tidak berbeda dengan malam-malam yang lain. Tapi itu bukan soal. Tapi entah kenapa, malam ini terasa sangat tenang. Selepas hujan gerimis yang datang pada mula petang tadi, berujung pada kesunyian dan betul-betul lengang. Aku yang seharian di kampus, mencoba merebahkan badan, istirahat, berharap bisa tidur. Tapi sekian lama aku terbaring, tak juga ada perasaan mengantuk apalagi tidur. Aku hanya bolak balik melihat handphone, mengutak atik BBM, sesekali termenung. Lama terdiam, lalu entah kenapa tiba-tiba berpuluh-puluh memori dan kenangan datang membuatku kembali ke sekitar 8 bulan berlalu, membuatku bernostalgia kembali ke Jatingangor, mengenang masa-masa selama Pra S2 dan di asrama.
            Ternyata begitu banyak kisah yang kami tinggalkan di sana, khususnya di asrama. Asrama yang menjadi saksi perjuangan kami selama hampir setahun di ITB Jatinangor. Asrama yang melihat segala kerja keras (penderitaan) kami, kelucuan kami, kebersamaan kami, kisah kami. Di asrama inilah kami begadang dengan tekun menyelesaikan tugas-tugas kuliah, begadang menyelesaikan soal-soal agar kami bisa paham, belajar bersama dan saling mengajarkan satu sama lain. Di asrama ini pula, kami kadang melewati malam kami dengan canda tawa ketika tidak ada tugas. Tentunya pionernya adalah Arik Aguk dan Hardi Hamzah. Dan tentu saja juga, korbannya biasanya adalah Akbar Tanarub. Asrama tempat kami saling menunjukkan kebolehan memasak, kebolehan main game, dan kebolehan main kartu untuk menunjukkan siapa yang paling jago, atau lebih tepatnya menunjukkan siapa yang paling sering kalah.
Di asrama kami sudah merasakan bagaimana rasanya mengangkat air dari lantai satu ke lantai lima, sampai sampai ada yang masuk rumah sakit, hehehe. Di asrama ini kami sudah merasakan bagaimana rasanya serangan halilintar dan guntur yang menggelegar yang membuat atap asrama hancur dan alarm kebakaran berbunyi sehingga penghuni asrama yang perempuannya pada berhamburan ke bawah dengan pakaian seadanya hihihih. .. di asrama kami punya ibu asrama yang cetar membahana, pokoknya tidak terlupakan deh... aku beritahu inisialnya aja, Bu K :D... jangan coba-coba menjemur pakaian sembarangan di asrama kalau tidak ingin berakhir tragis seperti saya. Pakaian saya yang kujemur di pagar terali asrama lantai lima saja, di sita dan sampai sekarang gak kembali kembali wkkkwk,, atau jangan berani nunggak bayar asrama kalo ga mau namanya terpajang ria di papan info asrama, yang bisa dibaca oleh semua penghuni yang lewat.
Lalu kenangan yang lain datang silih berganti, muncul satu persatu, datang dan pergi berlalu: tentang pasar tumpah, Jatos, kantin TB2, Bu Kakay, malam tahun baru dekat danau, DAMRI, Bu Kakay lagi, tes TPA, Pak Enjang, Mam Vita, senam dan softskill, GKU, Pak Pur, Ketawa pak Herman, Bu Kakay lagi, lelucon pak Hendro, senyum ejekan pak Rahmat, Bu Siti, Cibaduyut, Pak Basar, Kawah Putih, Pak Acep, Warung “Encep”, Fotokopi uda, warung padang. Di Jatinangor, ada degup jantung yang tuntas namun tak sedikit rasa yang tersumbat meringkusnya secara manis sekaligus meringis.
Jatinangor telah memikat kami mahasiswa pra s2 dan membuat kami selalu rindu kembali melihatnya, sekedar mengujunginya. Aku telah membuktikan betapa mahasiswa pra s2 tidak bisa lupa pada bekas rumah mereka ini. Mereka betul-betul datang kembali ke Jatinangor untuk bernostalgia. Aku sendiri sudah 2 kali kembali mengunjungi Jatinangor sejak pindah ke Bandung sekedar untuk datang ke pasar tumpah dan keliling asrama.
Aku membanjiri Jatinangor dengan rindu di minggu pagi yang dingin. Sudah setahun lebih namun ingatan pada nya terus melekat. dan Aku memang orang yang kerap terjebak masa lalu.

Wednesday, 26 August 2015

Kesetaraan Energi (Kuliah Fisika Material dan Divais Nano)

Kuliah perdana semester 3 di program magister fisika ITB dimulai pada tanggal 24 Agustus 2015. Pada semester ini, aku cuma mengambil 2 mata kuliah kelas, 1 MK wajib (Komputerisasi Sistem Fisis) dan 1 MK pilihan (Fisika Material dan Divasi Nano) . Mata kuliah pertama (hari senin) yaitu Fisika Material dan Divais Nano oleh Pak Khairurrijal. Namanya kuliah perdana, selama 2 jam mengajar Bapaknya hanya menanyakan ke mahasiswa definisi dan pengertian "Material", "Divais", dan aplikasi nano teknologi. Namun ada yang pa khairurrijal sampaikan , yang menurutku hal yang menarik. Beliau ketika menanyakan contoh-contoh dari divais, seorang mahasiswa menjawab "HP". beliau kemudian mengajak kami untuk melihat tegangan dan arus hp kami masing-masing, kemudian diminta untuk mengitung berapa usaha yang tersimpan dalam baterai hape kami (dalam satuan joule).Lalu beliau kembali menyuruh kami melihat di internet berapa kalori yang terdapat dalam 1 piring makanan yang kita makan. Kalori dalam 1 piring tersebut lalu kami konversi ke joule. Dan didapat kesimpulan, bahwa ternyata energi dalam baterai itu setara dengan sekitar 9- 10 piring nasi. 

Saya waktu itu, agak terlambat untuk mencari nilai-nilai yang beliau minta. Akhirnya ketika pulang dari kuliah, saya mencoba menghitung kembali dengan teliti dan serius, guna membuktikan perkataan beliau. 

Begini, saya searching di internet tentang baterai HP android yang sering dipake sekarang. Ternyata HP android sekarang rata-rata menggunakan baterai tipe Li-on dengan tegangan kira-kira 3,7 volt. Saya lihat baterai hape saya, tegangannya 3, 8 volt. oke kita dapatkan tegangan: 

                                                                     V = 3,8 volt

Lalu saya mencari lagi contoh hp android dan mendapatkan arus baterainya yaitu (sumber: http://www.lazada.co.id/lg-optimus-l3ii-dual-e435-4-gb-putih-58694.html)  :
                                              

                                                                    Ixt = 1540 mAh

Akhirnya saya bisa menghitung energi yang tersimpan dalam sebuah baterai hape android:

W = V x I x t = 3,8 volt x 1540 mAh = 3,8 volt x 1,540 x 3600 Ampere*detik = 21.067, 200 joule


LAngkah selanjutnya, saya cari lagi di internet, berapa sih kalori dalam 1 porsi makan itu. Dan saya mendapatkan referensi di sini (http://sehatdancantik-mastinah.blogspot.com/2012/04/jumlah-kalori-yang-terdapat-pada.html):
 

Saya mengambil rata-rata 1 porsi makan yaitu 600 kalori. 

Karena 1 kalori = 4, 2 joule, maka 600 kalori = 2520 joule. Artinya dalam 1 porsi makanan mengandung energi 2520 joule.


Terakhir, untuk melihat kesetaraan energi pada baterap hp android dengan energi 1 porsi makanan maka:

21.067, 200 : 2520 = 8,36. Jadi dalam baterai hp andoid dg tegangan 3, 8 volt, arus 1540 mAh setara dengan sekitar 8 piring makanan. Oww... BErarti kalo saya pasang baterai dalam tubuh saya, sy bisa bertahan tidak makan selama 2-3 hari (dan tetap kenyang hehhe)...

Apa yang bisa Anda simpulkan????