Ganggawa di Malam Hari

Orang bilang sangat pekat ini malam Ujung jari tak tampak mereka bilang

Menjadi Seorang Murobbi

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. 21 : 107)

FOTO KKN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

ISLAMIC CAMP

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNM

Lokasi di Jl Dg Tata Raya, Parangtambung Makassar, Sulawesi Selatan

Showing posts with label share. Show all posts
Showing posts with label share. Show all posts

Wednesday, 24 December 2014

Bijak Bestari

Saya lupa, ini hadits atau perkataan ulama, tapi saya pernah mendengar quote yang kira-kira isinya seperti berikut: "Hikmah itu adalah milik kaum muslimin, maka ambil-lah hikmah itu dimanapun kamu menemukaannya."
Banyak perkataan-perkataan, dimana perkataan tersebut memotivasi, memberi nasihat, memuat pelajaran, mengandung hikmah, yang tidak hanya berasal dari orang islam saja, akan tetapi juga bisa saja berasal dari orang di luar islam. Maka sesuai quote di atas, maka kita tidak mengapa untuk mengambil pelajaran dari orang tersebut, karena apapun yang benar dan bermanfaat pada hakikatnya adalah hal yang memang semestinya orang muslim ikuti. Rasulullah dan sahabat Rasulullah pun telah memperlihakan contoh yang sangat jelas, ketika memberi penjelasan kepada Abu Hurairah tentang syaiton yang datang menyamar menjadi manusia dan memberi nasihat kepada beliau (Abu Hurairah). Maka kata Nabi, dia (syaithon), telah mengatakan sesuatu yang benar, walaupun pada hakikatnya ia adalah pendusta. 
Berikut beberapa quote yang barangkali kita bisa mengambil pelajaran dan manfaat dengan mernungkannya:

Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan mengerjakannya tiga hari kemudian. (Abdullah Ibnu Mubarak)

Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain. Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan itu bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi. (J. Donald Walters)

Saya tak pernah menjumpai seseorang yang menderita karena terlalu banyak bekerja. Lebih banyak orang yang menderita karena terlalu banyak ambisi tetapi tak cukup berusaha.(Dr. James Mantague)

Nilai manusia, bukan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup; bukan apa yang diperoleh, melainkan apa yang telahdiberikan; bukan apa pangkatnya, melainkan apa yang telah diperbuat dengan tugas yang diberikan Tuhan kepadanya. (Ministry)

Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk
memulai lagi dengan lebih cerdik.
(Henry Ford)

Jangan biarkan orang lain mempengaruhi ide dan keputusan anda. Dalam lima tahun ke depan, andalah - bukan mereka - yang harus hidup dengan pilihan yang telah anda buat. (Sarah Brklacich)

Tak ada rahasia untuk menggapai sukses.
Sukses itu dapat terjadi karena persiapan,
kerja keras, dan mau belajar
 dari kegagalan.
(Gen. Collin Powell)

“ Tuhan menganugerahi kita wajah, tapi
kita harus memberinya ekspresi. ”
(Anon)

Bila ada cahaya dalam jiwa, maka akan hadir kecantikan dalam diri seseorang. Bila ada kecantikan dalam diri seseorang, akan hadir keharmonisan dalam rumah tangga. Bila ada keharmonisan dalam rumah tangga, akan hadir ketertiban dalam negara. Dan bila ada ketertiban dalam negara, akan hadir kedamaian di dunia. (Pepatah Cina)

Ia yang datang, akan pergi. Seorang penguasa, pengemis atau pertapa - setiap orang yang lahir pasti mati. Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur dengan kaki dan tangan terikat, apa bedanya? (Kabir)

“ Masa depan harus dipikirkan baik-baik, direncanakan
serta dipersiapkan sebaik mungkin. Tetapi
tidak boleh disertai dengan kekhawatiran.
Jangan khawatir akan hari esok. ”
(Dale Carnigie)


Monday, 9 September 2013

Abraham Lincoln dan John F Kennedy (ANEH)

Perhatikan, apa yang terjadi pada presiden-presiden AS yang terpilih pada tahun dengan akhiran '0' dengan kelipatan 20 tahun

o    1840: William Henry Harrison (Tewas di kantor)
o    1860: Abraham Lincoln (Terbunuh)
o    1880: James A. Garfield (Terbunuh)
o    1900: William McKinley (Terbunuh)
o    1920: Warren G. Harding (Tewas di kantor)
o    1940: Franklin D. Roosevelt (Tewas di kantor)
o    1960: John F. Kennedy (assassinated)
o    1980: Ronald Reagan (Tertembak namun berhasil diselamatkan)
o    2000: George W. Bush (?)

Kemudian ada semacam keanehan, yang tidak bisa dijelaskan..
·         .Abraham Lincoln terpilih oleh Congress tahun 1846.
·         John F. Kennedy terpilih oleh Congress tahun 1946.
·         Abraham Lincoln terpilih menjadi President tahun 1860.
·         John F. Kennedy terpilih menjadi President tahun 1960.
Keduanya ditembak pada hari Jum'at Keduanya ditembak di kepala.

Nah, yang tambah anehnya lagi....
§  Sekretarisnya Lincoln bernama Kennedy.
§  Sekretarisnya Kennedy bernama Lincoln.

Keduanya dubunuh oleh Orang Selatan
Keduanya digantikan oleh Orang Selatan bernama Johnson

·         Andrew Johnson, yang menggantikan Lincoln, lahir tahun 1808.
·         Lyndon Johnson, yang menggantikan Kennedy, lahir tahun 1908.
·         John Wilkes Booth, yang membunuh Lincoln, lahir tahun 1839.
·         Lee Harvey Oswald, yang membunuh Kennedy, lahir tahun 1939.


Yang makin menambah aneh lagi.....
o    Lincoln ditembak di theater bernama 'Ford'.
o    Kennedy ditembak dalam mobil bermerk 'Lincoln' buatan 'Ford'.
o    Seminggu sebelum Lincoln ditembak, ia berada di Monroe, Maryland.
  Seminggu sebelum Kennedy ditembak, ia bersama Marilyn Monroe

Sandal

Oleh : Murni Ramli (murniramli.blogspot.com)

Tadi malam adalah hari pertama saya menunaikan sholat Isya dan tarawih di Masjid Al-Muhajirin Madiun. Saya meliburkan diri dari kegiatan kampus lebih cepat daripada rekan-rekan yang wajib menunggu upacara peringatan 17 Agustus. Keputusan untuk pulang kampung lebih cepat saya ambil karena tidak mau berdesak-desakan dengan sesama pemudik, dan agar perjalanan yang biasanya saya tempuh 6 jam tidak bertambah panjang karena antrean kemacetan. Alhamdulillah, kemarin jalanan sangat lancar, dan pengemudi bis Sumber Kencono (Sumber Selamat) yang saya tumpangi, sekalipun berpenampilan tak lazim (anting dan rambut merah), menyetir dengan sangat baik. Sayang, dia tidak puasa, masih merokok, dan menelepon dengan HP selama mengemudi.
Berangkat dari Semarang pukul 10 pagi, dan mampir sholat dhuhur di musholla terminal Tirtonadi, kemudian ganti bis, saya akhirnya tiba di rumah pukul 16.00. Di rumah hanya ada adik laki-laki yang sedang meracik bukaan. Ya, mamak dan kakak masih di Bone, sementara adik laki-laki lainnya masih bekerja. Saya yang kelelahan tak bisa membantu adik. Saat berbuka, kami menikmati sajian yang sudah lebih dari cukup, sekalipun barangkali tidak sekomplit rumah tangga lain. Alhamdulillah, hari ini kami berbuka nikmat sekali. Adik laki-laki yang baru saja tiba pun membawa sate, maka menjadilah kenikmatan semakin bertambah.
Sebelum adzan Isya berkumandang, saya sudah berangkat ke masjid dengan mengenakan sandal jepit hitam, dan sesampai di masjid, sengaja saya letakkan di daerah tepi dengan posisi seperti orang Jepang meletakkan sandalnya, yaitu ujung sandal menghadap ke arah luar, sehingga siap dipakai. Di sebelahnya ada sandal berwarna sama, dengan penanda keperakan di kedua ujungnya.
Barangkali karena kelelahan karena berkendara, saya yang semula hendak i’tikaf terpaksa harus pulang cepat karena perut sangat melilit. Ketika hendak mengambil sandal, ternyata hanya ketemu satu bagiannya. Saya lihat ada seorang ibu yang buru-buru dan tidak melihat sandal yang dikenakannya. Saya tak sempat mengingatkannya atas kekeliruaan tersebut. Akhirnya saya pulang dengan mengenakan sandal yang bukan pasangannya. Saya yakin ibu tadi tidak sengaja, sebab sandal beliau lebih bagus daripada sandal milik saya.
Keesokan harinya, sandal ibu yang satu lagi saya masukkan dalam tas kresek dengan maksud menaruhnya di pelataran masjid agar beliau dapat melihatnya, dan saya mengenakan sandal yang lain. Sandal yang pasangannya hilang saya tinggalkan di rumah. Seandainya nanti sandal saya tidak dikembalikan, maka saya tidak perlu pulang dengan sandal yang berbeda.
Alhamdulillah, saat hendak meninggalkan masjid, pasangan sandal saya ada di depan masjid, dan sandal milik ibu yang saya letakkan di sana juga sudah tak ada. Barangkali beliau berpikiran sama dengan saya atau justru beliau datang ke masjid dengan sandal yang berbeda pasangan? Entahlah, tetapi kami sama-sama berpikir, bahwa sekalipun hanya sandal jepit yang mudah dibeli di pasar manapun, tetap saja harus dikembalikan kepada pemiliknya.
Perkara sepele memang, namun jika diabaikan maka tentulah akan membentuk jiwa dan pikiran yang tak patut kelak. Allah telah memberikan kami pelajaran, bahwa kelak jika kami menerima uang, jabatan, kesenangan yang bukan hak kami, atau menerimanya sebagai pelicin urusan (suap), maka di dalam jiwa telah tertanam pengertian, bahwa kita tak berhak menggunakan segala sesuatu yang bukan hak dan terlarang keras menerimanya apapun alasannya

Kepercayaan Diri

Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki suatu kepercayaan diri yang kuat. Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai?
Apakah panca indera kita?
Padahal kejituan panca indera seringkali tak lebih tumpul dari ujung pena yang patah.
Apakah tubuh fisik kita?
Padahal sejalan dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terkena panas.
Ataukah pikiran kita?
Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari setetes air di samudera ilmu.
Atau mungkin perasaan kita?
Padahal ketajaman perasaan seringkali tak mampu menjawab persoalan logika.
Lalu diri yang manakah yang patut kita percayai?
Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping-keping seperti itu. Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalam lah yang mampu merengkuh menyatukan anda. Diri itulah yang patutnya anda percayai, karena ia mampu menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi anda.

Menjadi Pribadi yg Bahagia

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai.Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang