Ganggawa di Malam Hari

Orang bilang sangat pekat ini malam Ujung jari tak tampak mereka bilang

Menjadi Seorang Murobbi

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. 21 : 107)

FOTO KKN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

ISLAMIC CAMP

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNM

Lokasi di Jl Dg Tata Raya, Parangtambung Makassar, Sulawesi Selatan

Showing posts with label mind. Show all posts
Showing posts with label mind. Show all posts

Monday, 1 August 2016

Fokus dalam Menyelesaikan Masalah

Kalau ingin diumpamakan masalah yang kita hadapi seperti dipaksa untuk menangkap 10 ekor ayam yang dilepas secara bersamaan. Kita akan kewalahan dan kebingungan untuk menangkap semua ayam tersebut secara bersamaan. Berbeda jika kita mencoba fokus pada satu ayam untuk dikejar dan ditangkap dan mengabaikan 9 ayam yang lain. Setelah ayam tertangkap, kemudian menarget 1 ayam lagi dan mencoba memburunya sampai dapat. Begitu seterusnya sampai kesemua ayam tertangkap. Cara ini akan lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan cara pertama.

Nb: ngomongin ayam, soalnya lagi laper, hehehe

Kenangan selama KKN

Makan saat tiba di lokasi KKN

Mengajar anak-anak buta aksara













                                                                                                       
Memberi bantuan kepada korban bencana angin puting beliung














Foto bersama dengan santri 
                   












Maaf fotonya kebalik. Ini foto perpisahan bersama teman-teman posko

Kehilangan

Ketika seseorang meninggal, kamu mungkin melihat tetangga bahkan kerabat-kerabat nya berbelasungkawa dan menangis sesegukan, tapi yakinlah, hanya istri/suami dan anak-anaknya yang merasakan betul kepedihan dan kehilangan meski kamu tidak melihat mereka meneteskan air matanya. Rasa kesedihan dan kehilangan yang mendalam lewat tatapan kosong mereka. 

Friday, 19 February 2016

Salah Tingkah

Pernah tidak merasa salah tingkah ketika bertemu atau berbicara dengan seseorang? Menggaruk kepala yang tidak gatal, mempermainkan jari-jari tangan, denyut jantung tidak beraturan, atau kata-kata yang keluar tdk terstruktur, gugup. Sebagian besar kita mungkin pernah merasakannya. Muncul begitu saja dan tdk bisa kontrol, refleks.
Dilain waktu, ketika kita berinteraksi dengan teman-teman yang lain selain orang tersebut, gestur tubuh kita santai, rileks, dan nyaman. Kata-kata yang keluar pun terdengar enak dan teratur. Mengapa demikian?
Sikap ini sebenarnya timbul karena kita ingin tampil sempurna dihadapan orang yang kita cintai. Tidak ingin ada cacat yang muncul. Maka dimulailah semuanya dibuat sedemikian rupa agar terkesan perfect. Gaya bicara dibuat-buat, tindak tanduk diatur, yang justru akan tampak kaku bila kita perhatikan dengan seksama. Sudah tidak apa adanya. Tidak natural. Orang yang seperti ini, sadar atau tidak sadar, tidak merasa yakin dengan dirinya sendiri dan akan berujung pada kehilangan karakter.
Sikap yang seharusnya kita bangun saat kita berinteraksi dengan orang lain khususnya orang yang kita sukai adalah sikap apa adanya, keterbukaan, dan jujur satu sama lain. Tidak peduli apa tanggapannya, kita tampilkan diri kita sesuai yang sebenarnya.

Rindu pada Jatinangor


Malam ini malam Juma’t, bertepatan dengan malam nisfu syaban, yang secara bahasa berarti pertengan bulan Syaban. Malam yang sebagian umat islam meng-istimewakan malam ini dengan melakukan berbagai macam amalan dan sebagian lain menganggapnya tidak berbeda dengan malam-malam yang lain. Tapi itu bukan soal. Tapi entah kenapa, malam ini terasa sangat tenang. Selepas hujan gerimis yang datang pada mula petang tadi, berujung pada kesunyian dan betul-betul lengang. Aku yang seharian di kampus, mencoba merebahkan badan, istirahat, berharap bisa tidur. Tapi sekian lama aku terbaring, tak juga ada perasaan mengantuk apalagi tidur. Aku hanya bolak balik melihat handphone, mengutak atik BBM, sesekali termenung. Lama terdiam, lalu entah kenapa tiba-tiba berpuluh-puluh memori dan kenangan datang membuatku kembali ke sekitar 8 bulan berlalu, membuatku bernostalgia kembali ke Jatingangor, mengenang masa-masa selama Pra S2 dan di asrama.
            Ternyata begitu banyak kisah yang kami tinggalkan di sana, khususnya di asrama. Asrama yang menjadi saksi perjuangan kami selama hampir setahun di ITB Jatinangor. Asrama yang melihat segala kerja keras (penderitaan) kami, kelucuan kami, kebersamaan kami, kisah kami. Di asrama inilah kami begadang dengan tekun menyelesaikan tugas-tugas kuliah, begadang menyelesaikan soal-soal agar kami bisa paham, belajar bersama dan saling mengajarkan satu sama lain. Di asrama ini pula, kami kadang melewati malam kami dengan canda tawa ketika tidak ada tugas. Tentunya pionernya adalah Arik Aguk dan Hardi Hamzah. Dan tentu saja juga, korbannya biasanya adalah Akbar Tanarub. Asrama tempat kami saling menunjukkan kebolehan memasak, kebolehan main game, dan kebolehan main kartu untuk menunjukkan siapa yang paling jago, atau lebih tepatnya menunjukkan siapa yang paling sering kalah.
Di asrama kami sudah merasakan bagaimana rasanya mengangkat air dari lantai satu ke lantai lima, sampai sampai ada yang masuk rumah sakit, hehehe. Di asrama ini kami sudah merasakan bagaimana rasanya serangan halilintar dan guntur yang menggelegar yang membuat atap asrama hancur dan alarm kebakaran berbunyi sehingga penghuni asrama yang perempuannya pada berhamburan ke bawah dengan pakaian seadanya hihihih. .. di asrama kami punya ibu asrama yang cetar membahana, pokoknya tidak terlupakan deh... aku beritahu inisialnya aja, Bu K :D... jangan coba-coba menjemur pakaian sembarangan di asrama kalau tidak ingin berakhir tragis seperti saya. Pakaian saya yang kujemur di pagar terali asrama lantai lima saja, di sita dan sampai sekarang gak kembali kembali wkkkwk,, atau jangan berani nunggak bayar asrama kalo ga mau namanya terpajang ria di papan info asrama, yang bisa dibaca oleh semua penghuni yang lewat.
Lalu kenangan yang lain datang silih berganti, muncul satu persatu, datang dan pergi berlalu: tentang pasar tumpah, Jatos, kantin TB2, Bu Kakay, malam tahun baru dekat danau, DAMRI, Bu Kakay lagi, tes TPA, Pak Enjang, Mam Vita, senam dan softskill, GKU, Pak Pur, Ketawa pak Herman, Bu Kakay lagi, lelucon pak Hendro, senyum ejekan pak Rahmat, Bu Siti, Cibaduyut, Pak Basar, Kawah Putih, Pak Acep, Warung “Encep”, Fotokopi uda, warung padang. Di Jatinangor, ada degup jantung yang tuntas namun tak sedikit rasa yang tersumbat meringkusnya secara manis sekaligus meringis.
Jatinangor telah memikat kami mahasiswa pra s2 dan membuat kami selalu rindu kembali melihatnya, sekedar mengujunginya. Aku telah membuktikan betapa mahasiswa pra s2 tidak bisa lupa pada bekas rumah mereka ini. Mereka betul-betul datang kembali ke Jatinangor untuk bernostalgia. Aku sendiri sudah 2 kali kembali mengunjungi Jatinangor sejak pindah ke Bandung sekedar untuk datang ke pasar tumpah dan keliling asrama.
Aku membanjiri Jatinangor dengan rindu di minggu pagi yang dingin. Sudah setahun lebih namun ingatan pada nya terus melekat. dan Aku memang orang yang kerap terjebak masa lalu.

Friday, 10 April 2015

1 Hari 1 Postingan

Lama rasanya gak menulis lagi di blog. Tidak seperti saat s1 dulu, hampir tiap hari update blog minimal dengan 1 tulisan bahkan lebih. Sekarang, setelah s2, blog sudah jarang di update. Bukan karena malas atau karena tidak ide dan inspirasi, akan tetapi karena waktu luang yang tidak ada sama sekali. Sibuk luar biasa. Begitulah di ITB, tugas antri buat dikerjain. Beda dengan waktu s1 dulu, di UNM (Universitas Negeri Makassar), waktu luang sangat banyak. 
Tapi, saya bertekad untuk kembali mulai aktif sebisa mungkin update blog ini, karena sudah hampir masuk semester 3 (sekarang akhir-akhir semester 2), artinya mata kuliah tinggal beberapa. Paling tidak 1 tulisan per hari. Tulisan apapun itu, sependek apapun itu, setidak-penting apapun itu hehe. Saya yakin, apa-apa yang saya tuliskan, pasti akan dibaca penduduk dunia maya , semoga akan berguna bagi penduduk dunia maya yang lagi surfing. Saya sadar, bisa mendapat pengetahuan apa saja yang saya inginkan dengan search di internet, itu karena adanya orang-orang yang tetap menulis dan tetap menulis. Anda mencari cara memperbaiki komputer, pasti dapat. Karena ada orang-orang yang menulis di blog atau situs mereka tentang cara memperbaiki komputer. Anda bertanya tentang jawaban dari soal-soal rumit, Anda pasti dapatkan di internet. Karena ada orang yang menulis tentang cara memecahkan soal-soal yang rumit tersebut. Begitu seterusnya, Anda mencari cara untuk mendapatkan beasiswa, cara berhubungan suami istri, cara menjawab pertanyaan wawancara, mengapa langit berwarna biru, dan seterusnya, pasti akan ada hasil penelusuran yang akan Anda dapatkan. Karena orang-orang menulis. Maka dari itu, penting bagi kita untuk ikut berpartisi sebagai penduduk dunia maya, ikut berkontribusi tidak sekedar ambil enaknya saja. Kalau kita menulis, situs Anda akan dikunjungi dan dijadika referensi dan menjadi manfaat bagi orang lain.
Iya, semoga saja niat saya kesampaian dan bisa konsisten dengan niat ini. Amiin.
#So, keep writing and update yours :)

Monday, 28 April 2014

Kenangan

Selalu saja sulit melupakan kenangan, iya mengingat masa-masa yang telah berlalu. Kadang kenangan datang mendadak lalu tiba-tiba saja suasana berubah menjadi sendu. Banyak hal yang menjadi kenangan, entah itu masa-masa kecil, saat-saat sekolah, kebersamaan dengan keluarga, suasana KKN, atau kebersamaan dengan orang (orang) yang kita cintai. Tapi aku suka mengenang. Kadang aku melakukannya dengan melihat-lihat foto-foto masa lalu atau memutar ulang memori sambil berkhayal mengingat ingat kelucuan, kebersamaan, suka duka, canda tawa, ataukah perselisihan-perselisihan kecil. Ya, kadang mengingat perlisihan dalam kenangan menjadi indah. Ketika sudah larut dalam mengenang, kadang kita merasakan rindu yang teramat sangat untuk kembali ke masa itu, mengulang saat-saat berkesan itu. Saat mengenang kadang kita bertingkah aneh: senyum, ketawa, sedih, lalu terharu sendiri.
Kenangan tiap-tiap orang berbeda-beda dan sangat bervariasi bergantung tingkat usianya. Tapi pada umumnya setiap orang sepakat bahwa mengenang masa kecil merupakan kenangan yang menggenang, kita bisa tenggelam dalam lautan kenangan masa kecil yang sangat indah tersebut. Aku ingin menyebutkan beberapa kebiasaan waktu kecil yang kita orang dewasa bisa kita kenang sama-sama:



+ Bermain-main saat turun hujan deras, tidak merasakan dingin dan tidak merasa lelah.
+ main petak umpat. Biasanya permainan baru selesai ketika salah seorang anak menangis.
+Beli sepatu skolah yg di blakangnya ad lampu nyala (PRO ATT)
Ngerasa kurang gaul klo belum ngisi Diary punya temen "My
Biodata"  hahahaha


Jdi kangen masa dulu ,masa paling Indah DIBANDING sekarang Kasian anak-anak zaman skrang, masa kanak2nya terenggut dan pada ALAY ,kecil2 ud pake Android, sok gaul bawa mobil bokap, mnum2 biar dibilang, kerjaannya nongkrong dpn TV doang, bergelimang gadget... Dewasa karbitan =)) 

Monday, 9 September 2013

Aku Pengen Gemuk

Manusia memang selalu susah untuk bersyukur. Orang yang gemuk berjuang diet agar bisa kurus, sedangkan ada orang yang kurus meskipun ngarep banget gemuk tapi berat badannya gak mau naik-naik juga, dan orang itu adalah saya sendiri. Makanya, ketika ketemu sama teman yang badannya gemuk, aku  pasti tanya gimana sih caranya supaya badan kita jadi gemuk (obsesi banget pengen gemuk soalnya). Nah, dari hasil “wawancara” sama mereka, akhirnya terkumpul juga macam-macam jawaban. Berikut jawaban/saran mereka:
1. Makan Banyak, Minum Banyak. Kalau saya biasa makan 4 sampe 5 kali sehari semalam.
Komentarku: gila lu ndro..dengar saja aku pengen muntah. Aku paling banyak makan 3 kali, itupun dipaksa-paksa. Seringnya aku makan Cuma 2 kali doang...Ditambah lagi porsi aku itu kalo makan kayak porsi anak kecil, sedikiiiitt banget..
2. rajin minum susu.
Komentarku: udah kasian, aku tiap pagi dan sebelum tidur selalu minum susu. Kayak anak TK ma lagi ini gara-gara mau gemuk. Tapi sampai sekarang masih begini-begini.
3. Banyak tidur.
Komentarku: Memang aku suka begadang, tapi kalo pagi lama baget tidurnya. Jadi sama aja.
4. makan sebelum tidur pada malam hari
Komentar: udah dicoba..tetap gak bs gemuk
5. minum obat penambah nafsu makan
Komentar: ada aku beli..tapi malas makan obatnya ..temanku:makan obat aja malas apalagi makan nasinya.
6. jangan stress, jangan terlalu banyak dipikirkan, jgn banyak mengkhayal.
Komentar: nah..kayaknya ini nih penyebab utamanya memang aku kurus..tapi susah juga, gak taw pikiranku selalu stress dan suka mengkhayal.
akhir-akhir ini ngotot banget mau gemuk krn udah gak tahan tiap ketemu ama keluarga khususnya saat pulang kampung selalu ditanya kenapa badan kamu makin kurus (padahal sebelumnya sudah kurus memang). Selain itu aku membandingkan dengan teman2 yang lain, badan mereka tambah subur semua. Pokoknya aku harus gemuk juga, tekadku dalam hati. Dan aku akhirnya membuat planning “PROGRAM PENGGEMUKAN” dengan target dalam 2 bulan aku harus gemuk dengan berat badan bertambah sebesar 15 kg. Hahaha..program ini sudah aku mulai saat ramadhan selesai. Program Penggemukan ini yaitu aku harus makan 4 kali sehari (pagi, siang, sore, maghrib, mau tidur), minum susu kental manis coklat tiap pagi sama malam, tidur banyak-banyak, dan terakhir menenangkan pikiran (selama 2 bulan aku tidak akan lihat rumus, tidak baca bacaan berat, tidak kursus bahasa). Aku Cuma baca novel aja atau bacaan ringan lainnya. Sekarang sudah seminggu berjalan programnya, dan aku lihat badanku kagak ada perubahan. Jadi pesimis ngeliatnya. Hik hkis,,.but program ini harus tetap jalan. Kalau orang gemuk rela menderita diet untuk kurus, kenapa aku tidak mau menderita makan sampai hampir muntah agar bisa gemuk. Perjuangan memang butuh pengorbanan (cieee..tepuk tangan dulue ..plok..plok..plok). Nanti kalau aku sudah gemuk, apa aku pengen mau kurus lagi ya? Huh..manusia memang susah ditebak.

Novelku

Novel/Buku/ Cerita  yang pernah aku baca dan menarik (ini yang aku ingat):
1.       Perahu Kertas
2.      Bidadari-Bidadari Surga
3.      Laskar Pelangi
4.      Sang Pemimpi
5.      Edensor
6.      Maryamah Karpov
7.      Cinta dalam Gelas
8.     Padang Bulan
9.      Angels and Demons
10.  Komik Conan Edogawa
11.   Sebelas Patriot
12.  Tersipu Merah
13.  WINETOUW- Kepala Suku Apache
14.  Ayat-Ayat Cinta
15.   Ketika Mas Gagah Pergi
16.  Isabella
17.   Setelah Kau Menikahiku
18.  Negeri 5 Menara
19.  Hafalan Shalat Delisa
20. Introspeksi Diri. Perlu Nggak?
21.  The Lost Symbols
22. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
23. K
Novel yang ingin aku baca:
1. L
2. Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin

Tuesday, 23 July 2013

Peran Media dalam Mengontrol Pikiran Manusia


Media massa merupakan salah satu unsur penting yang sangat berperan dalam mengotrol opini publik/masyarakat umum. Media dapat menjadi teman yang baik dan bisa menjadi sosok monster yang dapat mempengaruhi opini terhadap suatu isu yang sedang berkembang.
Perlu kita pahami, media tidak selalu memberikan informasi yang benar-benar berdasarkan fakta. Media terkadang memanfaatkan kemampuan mereka sebagai pengendali opini publik untuk malah menyamarkan fakta yang ada dan menciptakan fakta-fakta baru yang mereka ulas berkali-kali seolah-olah itu merupakan fakta yang benar. Dan dari sinilah opini publik dan masyarakat awam khususnya berubah serta mulai terbentuk dengan keragaman fakta baru yg diangkat oleh media.
Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya - seperti kata sebuah koran “Bijak di garis tak berpihak”- . Media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan, kepentingan, serta keberpihakan ideologisnya. Ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan. Media berpihak pada kelompok dominan, menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana ideologi kelompok-kelompok lain. Salah satu kelompok-kelompok dominan itulah  yang mem-blow up berita-berita terorisme islam dan menjadikan isi beritanya seolah-olah islam adalah agama radikal dan penuh dengan makna teror dalam ajarannya.
Pemikiran publik yang mulai teracuni tentang terorisme islam akhirnya menciptakan spekulasi antara kaum muslim untuk melahirkan sikap saling curiga di tengah-tengah umat, bahkan bisa  memunculkan sikap saling memfitnah. Sikap ini jelas-jelas tidak terpuji dan diharamkan dalam islam. Kemudian selain itu akan melahirkan tindakan melawan hukum (main hakim sendiri) terhadap pihak lain karena curiga atau rasa khawatir yang berlebihan. Dan bahkan yang paling tragis melahirkan rasa takut di kalangan umat islam terhadap agamanya sendiri, hingga tak heran jika sesama muslimin sendiri saling terjadi ghibah dimana biasanya para muslim yang sedang berusaha untuk kaffah dan istiqomah menjadi sasaran caci bahwa mereka adalah teroris.
Saya ingin menjelaskan atau menceritakan sedikit tentang apa itu teroris supaya tidak terjadi kerancuan dalam memahaminya. Teror adalah fenomena yang cukup tua dalam sejarah. Menakuti,mengancam, memberi kejutan kekerasan, atau membunuh untuk menyebarkan rasa takut. Terorisme memiliki karakter: korban bukan merupakan tujuan, melainkan sarana untuk menciptakan perang urat syaraf, yakni “ Bunuh satu orang untuk menakuti seribu orang”. Teroris nampaknya adalah seorang pribadi yang narsitis, dingin secara emosional, asketis, kaku fanatis, dst.
Dalam kaitannya dengan terorisme, muncul pertanyaan yang tidak pernah terjawab, adakah korelasi fungsional antara islam dan terorisme? Bisakah gerakan keagamaan yang diduga dalang terorisme sebagai representasi islam, baik dalam ranah ajaran maupun pengikutnya? Pertanyaan dia atas terus mengalir deras, sederas banjir. Stigmatisasi islam sebagai agama teroris makin dahsyat. Ini  terkait erat dengan maraknya gerakan islam politik yang menunjukkan pandangan-pandangan fundamentalistik. Fenomenanya, pasca runtuhnya menara kembar WTC, respon sebagian besar gerakan Islam Politik bukan malah simpatik terhadap korban kemanusiaan, melainkan makin memperbesar resistansi terhadap barat. Yang mengemuka adalah semangat anti barat. Apaun yang datang dari barat  senantiasa dikecam dan ditolak.
Sebenarnya isu memerangi terorisme adalah perang melawan Islam dan kaum muslimin. Mereka mencoba membidik umat islam di balik isu terorisme. Mereka takut akan bangkitnya kaum muslimin. Islam dianggap ancaman karena Islam bukan hanya sebagai agama, namun lebih kepada ideologi atau cara pandang hidup (way of ilfe) umatnya. 
 Saat ini umat islam tertuduh dan  semua ketakutan dengan segala tentang islam, karena selalu dikaitkan dengan isu terorisme. Para pelajar, aktivis Islam, dan semisalnya menjadi resah. Mereka khawatir dituduh dan dianggap sebagai sarang dan penyedia serta membantu aktivitas terorisme.  Gerakan-gerakan dakwah pun dicurigai meskipun gerakan dakwah itu terbuka dan tak ada sangkut pautnya dengan teroris. Beberapa orang pun mengawasi ketat anak remajanya yang mau berangkat mengaji. Padahal hal itu tak pernah terjadi sebelumnya. Mereka menanyakan ngajinya sama siapa, tempatnya dimana, dan segala macam secara berulang-ulang. Bahkan di sebuah wilayah , beberapa orang yang hendak melakukan khuruj (aktivitas yg rutin dilakukan oleh Jama’ah Tabligh) di sebuah masjid, ditolak warga setempat pasca pengemboman di hotel JW Marriot dan Ritz Calton. Warga setempat tidak mau daerahnya dijadikan tujuan orang luar. Mereka takut orang-orang tersebut terlibat terorisme. Sikap PARANOID ini muncul belakangan di beberapa daerah. Ini terjadi setelah televisi dengan sangat gencar menyebarkan berita terorisme. Bukannya objektif, pemberitaan di media massa cenderung menstigmatisasi negatif islam dan kaum muslimin.
Belum jelas benar siapa pelakunya, media massa langsung menyorot pesantren. Pesantren dianggap mengajarkan jihad dan ini menjadi inspirasi para teroris. Media massa pun sibuk mencari latar belakang orang-orang yang diduga teroris dengan melakukan interogasi dan inkuisasi terhadap almamater, keluarga, dan para tetangga. Tanpa disaring, berita isu langsung disiarkan. Padahal tidak semua sumber berita  yang didapatkannya layak disiarkan. Hal yang sama tidak pernah dilakukan terhadap para koruptor. Adakah media massa yang pernah mengaitkan koruptor dengan almamaternya? Kemudian menyatakan bahwa universitas X telah mengajarkan korupsi? Atau mencari guru dan dosennya karena dianggap sebagai inspirasi untuk korupsi?
Lihat saja bagaimana media massa seolah jadi “orang bodoh” dan menurut saja arahan sumber-sumber mereka. Sikap kritis mereka hilang. Bahkan untuk mencari alternatif narasumber lain. Sampai-sampai ketika sumber-sumber  berita mereka menyatakan berita salah pun, ditelan mentah-mentah. Ketakutan akan islam akan pun mulai merambah pada perbuatan ekstrim seperti yang terjadi di jerman, seorang pria menusukkan pisau dapur berukuran 16 cm sebanyak 16 kali ke tubuh wanita muslim yg berjilbab dan ironisnya wanita ini tengah mengandung 3 bulan. Melihat keadaan seperti ini para muslim yg merasa diintimidasi akan mulai berontak dan melakukan serangkaian aksi membela sesama muslim yg lain, meski terkadang jalur yang dipilih pun tidak selalu benar. Kondisi seperti ini TENTU SAJA menarik bagi media untuk meliputnya, meliput konflik tentang kemarahan kaum muslim dan lebih menuju peliputan tindakan-tindakan ekstrim kaum muslim selama membela diri dan tidak memperdulikan alasan kaum muslim kenapa mereka berlaku demikian. Bagi mereka yg tidak mengerti duduk perkara yg terjadi, mereka hanya akan mengambil mentah  dari setiap fakta realitas yang diungkap media. Padahal seandainya semua media sebagai wadah pentalur informasi sesuai realitas yg ada, tentu saja publik tidak akan mudah terpecah belah dalam berasumsi dan menentukan sikap kepada kaum muslimin.
Ibarat sayur tanpa garam, itulah perumpamaan keberadaan media massa di tengah kehidupan masyarakat. Keberadaannya seolah menjadi candu yg telah menghipnotis publik, ketiadaaannya akan menjadikan masyarakat kehausan dan selalu mencari-cari. Kemampuannya dalam mengolah berita dan menjadikannya  sebagai konsumsi publik benar-benar telah menunjukkan betapa media  memiliki kekuasaan dalam mengendarai pemikiran publik. Namun seharusnya media benar-benar menjadi sumber informasi yang akurat, sumber informasi fleksibel yg memandang dan menyoroti berbagai masalah dari dua sudut pandang sehingga dengan demikian ibarat penyajian makanan, maka media dapat memberi sarana  kepada publik untuk memilih tentang bagaimana nantinya mereka menelan berita yg mereka konsumsi, memberi fasilitas kepada publik untuk menentukan pada kondisi atau situasi berita seperti apa mereka bersikap dan membiarkan publik  bereksplorasi sendiri terhadap informasi yg mereka peroleh. Seperti kasus-kasus yg terjadi  dengan agama islam sendiri, berdasarkan dari fakta yg didapat, pencitraan “islam yg damai” telah berubah menjadi “islam yang  penuh teror”. Hal ini akibat dari pemberitaan media yg cenderung lebih menyudutkan dan terlalu sering mengkonotasikan islam sebagai agama yg penuh kekerasan. Dan dampak dari semua ini adalah tak jarang terjadi permusuhan antara kaum muslim sendiri karena saling mencurigai.
Masyarakat juga harus tabayyun (mengklarifikasi ) berita yang datang, sehingga masyarakat menjadi lebih bijak dalam menilai segala setuasi yang ada., tidak mudah terpancing amarah dan bertindak ekstrim.