Nb: ngomongin ayam, soalnya lagi laper, hehehe
Ganggawa di Malam Hari
Orang bilang sangat pekat ini malam Ujung jari tak tampak mereka bilang
Menjadi Seorang Murobbi
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. 21 : 107)
FOTO KKN
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
ISLAMIC CAMP
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNM
Lokasi di Jl Dg Tata Raya, Parangtambung Makassar, Sulawesi Selatan
Showing posts with label mind. Show all posts
Showing posts with label mind. Show all posts
Monday, 1 August 2016
Fokus dalam Menyelesaikan Masalah
Kalau ingin diumpamakan masalah yang kita hadapi seperti dipaksa untuk menangkap 10 ekor ayam yang dilepas secara bersamaan. Kita akan kewalahan dan kebingungan untuk menangkap semua ayam tersebut secara bersamaan. Berbeda jika kita mencoba fokus pada satu ayam untuk dikejar dan ditangkap dan mengabaikan 9 ayam yang lain. Setelah ayam tertangkap, kemudian menarget 1 ayam lagi dan mencoba memburunya sampai dapat. Begitu seterusnya sampai kesemua ayam tertangkap. Cara ini akan lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan cara pertama.
Kenangan selama KKN
| Makan saat tiba di lokasi KKN |
| Mengajar anak-anak buta aksara |
![]() |
| Memberi bantuan kepada korban bencana angin puting beliung |
| Foto bersama dengan santri |
| Maaf fotonya kebalik. Ini foto perpisahan bersama teman-teman posko |
Kehilangan
Ketika seseorang meninggal, kamu mungkin melihat tetangga bahkan kerabat-kerabat nya berbelasungkawa dan menangis sesegukan, tapi yakinlah, hanya istri/suami dan anak-anaknya yang merasakan betul kepedihan dan kehilangan meski kamu tidak melihat mereka meneteskan air matanya. Rasa kesedihan dan kehilangan yang mendalam lewat tatapan kosong mereka.
Friday, 19 February 2016
Salah Tingkah
Pernah
tidak merasa salah tingkah ketika bertemu atau berbicara dengan seseorang? Menggaruk
kepala yang tidak gatal, mempermainkan jari-jari tangan, denyut jantung tidak
beraturan, atau kata-kata yang keluar tdk terstruktur, gugup. Sebagian besar
kita mungkin pernah merasakannya. Muncul begitu saja dan tdk bisa kontrol,
refleks.
Dilain
waktu, ketika kita berinteraksi dengan teman-teman yang lain selain orang
tersebut, gestur tubuh kita santai, rileks, dan nyaman. Kata-kata yang keluar
pun terdengar enak dan teratur. Mengapa demikian?
Sikap
ini sebenarnya timbul karena kita ingin tampil sempurna dihadapan orang yang
kita cintai. Tidak ingin ada cacat yang muncul. Maka dimulailah semuanya dibuat
sedemikian rupa agar terkesan perfect. Gaya bicara dibuat-buat, tindak tanduk
diatur, yang justru akan tampak kaku bila kita perhatikan dengan seksama. Sudah
tidak apa adanya. Tidak natural. Orang yang seperti ini, sadar atau tidak
sadar, tidak merasa yakin dengan dirinya sendiri dan akan berujung pada
kehilangan karakter.
Sikap
yang seharusnya kita bangun saat kita berinteraksi dengan orang lain khususnya
orang yang kita sukai adalah sikap apa adanya, keterbukaan, dan jujur satu sama
lain. Tidak peduli apa tanggapannya, kita tampilkan diri kita sesuai yang
sebenarnya.Rindu pada Jatinangor

Malam ini malam Juma’t, bertepatan dengan malam nisfu syaban, yang secara bahasa berarti pertengan bulan Syaban. Malam yang sebagian umat islam meng-istimewakan malam ini dengan melakukan berbagai macam amalan dan sebagian lain menganggapnya tidak berbeda dengan malam-malam yang lain. Tapi itu bukan soal. Tapi entah kenapa, malam ini terasa sangat tenang. Selepas hujan gerimis yang datang pada mula petang tadi, berujung pada kesunyian dan betul-betul lengang. Aku yang seharian di kampus, mencoba merebahkan badan, istirahat, berharap bisa tidur. Tapi sekian lama aku terbaring, tak juga ada perasaan mengantuk apalagi tidur. Aku hanya bolak balik melihat handphone, mengutak atik BBM, sesekali termenung. Lama terdiam, lalu entah kenapa tiba-tiba berpuluh-puluh memori dan kenangan datang membuatku kembali ke sekitar 8 bulan berlalu, membuatku bernostalgia kembali ke Jatingangor, mengenang masa-masa selama Pra S2 dan di asrama.
Ternyata
begitu banyak kisah yang kami tinggalkan di sana, khususnya di asrama. Asrama
yang menjadi saksi perjuangan kami selama hampir setahun di ITB Jatinangor.
Asrama yang melihat segala kerja
keras (penderitaan) kami, kelucuan kami, kebersamaan kami, kisah kami. Di
asrama inilah kami begadang dengan tekun menyelesaikan tugas-tugas kuliah,
begadang menyelesaikan soal-soal agar kami bisa paham, belajar bersama dan
saling mengajarkan satu sama lain. Di asrama ini pula, kami kadang melewati
malam kami dengan canda tawa ketika tidak ada tugas. Tentunya pionernya adalah
Arik Aguk dan Hardi Hamzah. Dan tentu saja juga, korbannya biasanya adalah Akbar Tanarub. Asrama tempat kami saling menunjukkan
kebolehan memasak, kebolehan main game, dan kebolehan main kartu untuk
menunjukkan siapa yang paling jago, atau lebih tepatnya menunjukkan siapa yang
paling sering kalah.
Di asrama kami sudah merasakan
bagaimana rasanya mengangkat air dari lantai satu ke lantai lima, sampai sampai
ada yang masuk rumah sakit, hehehe. Di asrama ini kami sudah merasakan bagaimana
rasanya serangan halilintar dan guntur yang menggelegar yang membuat atap
asrama hancur dan alarm kebakaran berbunyi sehingga penghuni asrama yang
perempuannya pada berhamburan ke bawah dengan pakaian seadanya hihihih. .. di
asrama kami punya ibu asrama yang cetar membahana, pokoknya tidak terlupakan
deh... aku beritahu inisialnya aja, Bu K :D... jangan coba-coba menjemur
pakaian sembarangan di asrama kalau tidak ingin berakhir tragis seperti saya.
Pakaian saya yang kujemur di pagar terali asrama lantai lima saja, di sita dan
sampai sekarang gak kembali kembali wkkkwk,, atau jangan berani nunggak bayar
asrama kalo ga mau namanya terpajang ria di papan info asrama, yang bisa dibaca
oleh semua penghuni yang lewat.
Lalu kenangan yang lain datang
silih berganti, muncul satu persatu, datang dan pergi berlalu: tentang pasar
tumpah, Jatos, kantin TB2, Bu Kakay, malam tahun baru dekat danau, DAMRI, Bu Kakay
lagi, tes TPA, Pak Enjang, Mam Vita, senam dan softskill, GKU, Pak Pur, Ketawa
pak Herman, Bu Kakay lagi, lelucon pak Hendro, senyum ejekan pak Rahmat, Bu
Siti, Cibaduyut, Pak Basar, Kawah Putih, Pak Acep, Warung “Encep”, Fotokopi
uda, warung padang. Di
Jatinangor, ada degup jantung yang tuntas namun tak sedikit rasa yang tersumbat
meringkusnya secara manis sekaligus meringis.
Jatinangor telah memikat
kami mahasiswa pra s2 dan membuat kami selalu rindu kembali melihatnya, sekedar
mengujunginya. Aku telah membuktikan betapa mahasiswa pra s2 tidak bisa lupa
pada bekas rumah mereka ini. Mereka betul-betul datang kembali ke Jatinangor untuk
bernostalgia. Aku sendiri sudah 2 kali kembali mengunjungi Jatinangor sejak
pindah ke Bandung sekedar untuk datang ke pasar tumpah dan keliling asrama.
Aku
membanjiri Jatinangor dengan rindu di minggu pagi yang dingin. Sudah setahun
lebih namun ingatan pada nya terus melekat. dan Aku memang orang yang kerap
terjebak masa lalu.
Friday, 10 April 2015
1 Hari 1 Postingan
Lama rasanya gak menulis lagi di blog. Tidak seperti saat s1 dulu, hampir tiap hari update blog minimal dengan 1 tulisan bahkan lebih. Sekarang, setelah s2, blog sudah jarang di update. Bukan karena malas atau karena tidak ide dan inspirasi, akan tetapi karena waktu luang yang tidak ada sama sekali. Sibuk luar biasa. Begitulah di ITB, tugas antri buat dikerjain. Beda dengan waktu s1 dulu, di UNM (Universitas Negeri Makassar), waktu luang sangat banyak.
Tapi, saya bertekad untuk kembali mulai aktif sebisa mungkin update blog ini, karena sudah hampir masuk semester 3 (sekarang akhir-akhir semester 2), artinya mata kuliah tinggal beberapa. Paling tidak 1 tulisan per hari. Tulisan apapun itu, sependek apapun itu, setidak-penting apapun itu hehe. Saya yakin, apa-apa yang saya tuliskan, pasti akan dibaca penduduk dunia maya , semoga akan berguna bagi penduduk dunia maya yang lagi surfing. Saya sadar, bisa mendapat pengetahuan apa saja yang saya inginkan dengan search di internet, itu karena adanya orang-orang yang tetap menulis dan tetap menulis. Anda mencari cara memperbaiki komputer, pasti dapat. Karena ada orang-orang yang menulis di blog atau situs mereka tentang cara memperbaiki komputer. Anda bertanya tentang jawaban dari soal-soal rumit, Anda pasti dapatkan di internet. Karena ada orang yang menulis tentang cara memecahkan soal-soal yang rumit tersebut. Begitu seterusnya, Anda mencari cara untuk mendapatkan beasiswa, cara berhubungan suami istri, cara menjawab pertanyaan wawancara, mengapa langit berwarna biru, dan seterusnya, pasti akan ada hasil penelusuran yang akan Anda dapatkan. Karena orang-orang menulis. Maka dari itu, penting bagi kita untuk ikut berpartisi sebagai penduduk dunia maya, ikut berkontribusi tidak sekedar ambil enaknya saja. Kalau kita menulis, situs Anda akan dikunjungi dan dijadika referensi dan menjadi manfaat bagi orang lain.
Iya, semoga saja niat saya kesampaian dan bisa konsisten dengan niat ini. Amiin.
#So, keep writing and update yours :)
Tapi, saya bertekad untuk kembali mulai aktif sebisa mungkin update blog ini, karena sudah hampir masuk semester 3 (sekarang akhir-akhir semester 2), artinya mata kuliah tinggal beberapa. Paling tidak 1 tulisan per hari. Tulisan apapun itu, sependek apapun itu, setidak-penting apapun itu hehe. Saya yakin, apa-apa yang saya tuliskan, pasti akan dibaca penduduk dunia maya , semoga akan berguna bagi penduduk dunia maya yang lagi surfing. Saya sadar, bisa mendapat pengetahuan apa saja yang saya inginkan dengan search di internet, itu karena adanya orang-orang yang tetap menulis dan tetap menulis. Anda mencari cara memperbaiki komputer, pasti dapat. Karena ada orang-orang yang menulis di blog atau situs mereka tentang cara memperbaiki komputer. Anda bertanya tentang jawaban dari soal-soal rumit, Anda pasti dapatkan di internet. Karena ada orang yang menulis tentang cara memecahkan soal-soal yang rumit tersebut. Begitu seterusnya, Anda mencari cara untuk mendapatkan beasiswa, cara berhubungan suami istri, cara menjawab pertanyaan wawancara, mengapa langit berwarna biru, dan seterusnya, pasti akan ada hasil penelusuran yang akan Anda dapatkan. Karena orang-orang menulis. Maka dari itu, penting bagi kita untuk ikut berpartisi sebagai penduduk dunia maya, ikut berkontribusi tidak sekedar ambil enaknya saja. Kalau kita menulis, situs Anda akan dikunjungi dan dijadika referensi dan menjadi manfaat bagi orang lain.
Iya, semoga saja niat saya kesampaian dan bisa konsisten dengan niat ini. Amiin.
#So, keep writing and update yours :)
Monday, 28 April 2014
Kenangan
Selalu
saja sulit melupakan kenangan, iya mengingat masa-masa yang telah berlalu. Kadang
kenangan datang mendadak lalu tiba-tiba saja suasana berubah menjadi sendu.
Banyak hal yang menjadi kenangan, entah itu masa-masa kecil, saat-saat sekolah,
kebersamaan dengan keluarga, suasana KKN, atau kebersamaan dengan orang (orang)
yang kita cintai. Tapi aku suka mengenang. Kadang aku melakukannya dengan
melihat-lihat foto-foto masa lalu atau memutar ulang memori sambil berkhayal
mengingat ingat kelucuan, kebersamaan, suka duka, canda tawa, ataukah
perselisihan-perselisihan kecil. Ya, kadang mengingat perlisihan dalam kenangan
menjadi indah. Ketika sudah larut dalam mengenang, kadang kita merasakan rindu yang
teramat sangat untuk kembali ke masa itu, mengulang saat-saat berkesan itu. Saat
mengenang kadang kita bertingkah aneh: senyum, ketawa, sedih, lalu terharu
sendiri.
Kenangan
tiap-tiap orang berbeda-beda dan sangat bervariasi bergantung tingkat usianya.
Tapi pada umumnya setiap orang sepakat bahwa mengenang masa kecil merupakan
kenangan yang menggenang, kita bisa tenggelam dalam lautan kenangan masa kecil
yang sangat indah tersebut. Aku ingin menyebutkan beberapa kebiasaan waktu
kecil yang kita orang dewasa bisa kita kenang sama-sama:
+ Bermain-main saat turun hujan deras, tidak merasakan dingin dan tidak merasa
lelah.
+ main
petak umpat. Biasanya permainan baru selesai ketika salah seorang anak
menangis.
+Beli sepatu skolah
yg di blakangnya ad lampu nyala (PRO ATT)
+ Ngerasa kurang gaul
klo belum ngisi Diary punya temen "My
Biodata" hahahahaJdi kangen masa dulu ,masa paling Indah DIBANDING sekarang Kasian anak-anak zaman skrang, masa kanak2nya terenggut dan pada ALAY ,kecil2 ud pake Android, sok gaul bawa mobil bokap, mnum2 biar dibilang, kerjaannya nongkrong dpn TV doang, bergelimang gadget... Dewasa karbitan =))
Monday, 9 September 2013
Aku Pengen Gemuk
Manusia memang selalu susah untuk bersyukur. Orang yang
gemuk berjuang diet agar bisa kurus, sedangkan ada orang yang kurus meskipun
ngarep banget gemuk tapi berat badannya gak mau naik-naik juga, dan orang itu
adalah saya sendiri. Makanya, ketika ketemu sama teman yang badannya gemuk,
aku pasti tanya gimana sih caranya
supaya badan kita jadi gemuk (obsesi banget pengen gemuk soalnya). Nah, dari
hasil “wawancara” sama mereka, akhirnya terkumpul juga macam-macam jawaban.
Berikut jawaban/saran mereka:
1. Makan Banyak, Minum
Banyak. Kalau saya biasa makan 4 sampe 5 kali sehari semalam.
Komentarku: gila lu
ndro..dengar saja aku pengen muntah. Aku paling banyak makan 3 kali, itupun
dipaksa-paksa. Seringnya aku makan Cuma 2 kali doang...Ditambah lagi porsi aku itu kalo makan kayak porsi anak
kecil, sedikiiiitt banget..
2. rajin minum susu.
Komentarku: udah kasian,
aku tiap pagi dan sebelum tidur selalu minum susu. Kayak anak TK ma lagi ini
gara-gara mau gemuk. Tapi sampai sekarang masih begini-begini.
3. Banyak tidur.
Komentarku: Memang aku
suka begadang, tapi kalo pagi lama baget tidurnya. Jadi sama aja.
4. makan sebelum tidur
pada malam hari
Komentar: udah
dicoba..tetap gak bs gemuk
5. minum obat penambah
nafsu makan
Komentar: ada aku
beli..tapi malas makan obatnya ..temanku:makan
obat aja malas apalagi makan nasinya.
6. jangan stress, jangan
terlalu banyak dipikirkan, jgn banyak mengkhayal.
Komentar: nah..kayaknya
ini nih penyebab utamanya memang aku kurus..tapi susah juga, gak taw pikiranku
selalu stress dan suka mengkhayal.
akhir-akhir ini ngotot banget mau gemuk krn udah gak tahan
tiap ketemu ama keluarga khususnya saat pulang kampung selalu ditanya kenapa
badan kamu makin kurus (padahal sebelumnya sudah kurus memang). Selain itu aku
membandingkan dengan teman2 yang lain, badan mereka tambah subur semua.
Pokoknya aku harus gemuk juga, tekadku dalam hati. Dan aku akhirnya membuat
planning “PROGRAM PENGGEMUKAN” dengan target dalam 2 bulan aku harus gemuk
dengan berat badan bertambah sebesar 15 kg. Hahaha..program ini sudah aku mulai
saat ramadhan selesai. Program Penggemukan ini yaitu aku harus makan 4 kali
sehari (pagi, siang, sore, maghrib, mau tidur), minum susu kental manis coklat
tiap pagi sama malam, tidur banyak-banyak, dan terakhir menenangkan pikiran (selama
2 bulan aku tidak akan lihat rumus, tidak baca bacaan berat, tidak kursus
bahasa). Aku Cuma baca novel aja atau bacaan ringan lainnya. Sekarang sudah
seminggu berjalan programnya, dan aku lihat badanku kagak ada perubahan. Jadi
pesimis ngeliatnya. Hik hkis,,.but program ini harus tetap jalan. Kalau orang
gemuk rela menderita diet untuk kurus, kenapa aku tidak mau menderita makan
sampai hampir muntah agar bisa gemuk. Perjuangan memang butuh pengorbanan
(cieee..tepuk tangan dulue ..plok..plok..plok). Nanti kalau aku sudah gemuk,
apa aku pengen mau kurus lagi ya? Huh..manusia memang susah ditebak.
Novelku
Novel/Buku/ Cerita yang pernah aku baca dan menarik (ini yang
aku ingat):
1.
Perahu Kertas
2.
Bidadari-Bidadari Surga
3.
Laskar Pelangi
4.
Sang Pemimpi
5.
Edensor
6.
Maryamah Karpov
7.
Cinta dalam Gelas
8.
Padang Bulan
9.
Angels and Demons
10. Komik Conan Edogawa
11.
Sebelas Patriot
12. Tersipu Merah
13. WINETOUW- Kepala Suku Apache
14. Ayat-Ayat Cinta
15.
Ketika Mas Gagah Pergi
16. Isabella
17.
Setelah Kau Menikahiku
18. Negeri 5 Menara
19. Hafalan Shalat Delisa
20. Introspeksi Diri. Perlu Nggak?
21. The Lost Symbols
22. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
23. K
Novel yang ingin aku baca:
1. L
2. Daun yang jatuh
tidak pernah membenci angin
Tuesday, 23 July 2013
Peran Media dalam Mengontrol Pikiran Manusia
Media
massa merupakan salah satu unsur penting yang sangat berperan dalam mengotrol
opini publik/masyarakat umum. Media dapat menjadi teman yang baik dan bisa
menjadi sosok monster yang dapat mempengaruhi opini terhadap suatu isu yang
sedang berkembang.
Perlu
kita pahami, media tidak selalu memberikan informasi yang benar-benar
berdasarkan fakta. Media terkadang memanfaatkan kemampuan mereka sebagai
pengendali opini publik untuk malah menyamarkan fakta yang ada dan menciptakan
fakta-fakta baru yang mereka ulas berkali-kali seolah-olah itu merupakan fakta
yang benar. Dan dari sinilah opini publik dan masyarakat awam khususnya berubah
serta mulai terbentuk dengan keragaman fakta baru yg diangkat oleh media.
Media
bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa
adanya - seperti kata sebuah koran “Bijak di garis tak berpihak”- . Media
adalah subjek yang lengkap dengan pandangan, kepentingan, serta keberpihakan
ideologisnya. Ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan.
Media berpihak pada kelompok dominan, menyebarkan ideologi mereka sekaligus
mengontrol dan memarginalkan wacana ideologi kelompok-kelompok lain. Salah satu
kelompok-kelompok dominan itulah yang
mem-blow up berita-berita terorisme islam dan menjadikan isi beritanya
seolah-olah islam adalah agama radikal dan penuh dengan makna teror dalam
ajarannya.
Pemikiran
publik yang mulai teracuni tentang terorisme islam akhirnya menciptakan
spekulasi antara kaum muslim untuk melahirkan sikap saling curiga di
tengah-tengah umat, bahkan bisa
memunculkan sikap saling memfitnah. Sikap ini jelas-jelas tidak terpuji
dan diharamkan dalam islam. Kemudian selain itu akan melahirkan tindakan
melawan hukum (main hakim sendiri) terhadap pihak lain karena curiga atau rasa
khawatir yang berlebihan. Dan bahkan yang paling tragis melahirkan rasa takut
di kalangan umat islam terhadap agamanya sendiri, hingga tak heran jika sesama
muslimin sendiri saling terjadi ghibah dimana biasanya para muslim yang sedang
berusaha untuk kaffah dan istiqomah menjadi sasaran caci bahwa mereka adalah
teroris.
Saya
ingin menjelaskan atau menceritakan sedikit tentang apa itu teroris supaya
tidak terjadi kerancuan dalam memahaminya. Teror adalah fenomena yang cukup tua
dalam sejarah. Menakuti,mengancam, memberi kejutan kekerasan, atau membunuh
untuk menyebarkan rasa takut. Terorisme memiliki karakter: korban bukan
merupakan tujuan, melainkan sarana untuk menciptakan perang urat syaraf, yakni
“ Bunuh satu orang untuk menakuti seribu orang”. Teroris nampaknya adalah
seorang pribadi yang narsitis, dingin secara emosional, asketis, kaku fanatis,
dst.
Dalam
kaitannya dengan terorisme, muncul pertanyaan yang tidak pernah terjawab,
adakah korelasi fungsional antara islam dan terorisme? Bisakah gerakan
keagamaan yang diduga dalang terorisme sebagai representasi islam, baik dalam
ranah ajaran maupun pengikutnya? Pertanyaan dia atas terus mengalir deras,
sederas banjir. Stigmatisasi islam sebagai agama teroris makin dahsyat.
Ini terkait erat dengan maraknya gerakan
islam politik yang menunjukkan pandangan-pandangan fundamentalistik.
Fenomenanya, pasca runtuhnya menara kembar WTC, respon sebagian besar gerakan
Islam Politik bukan malah simpatik terhadap korban kemanusiaan, melainkan makin
memperbesar resistansi terhadap barat. Yang mengemuka adalah semangat anti
barat. Apaun yang datang dari barat
senantiasa dikecam dan ditolak.
Sebenarnya
isu memerangi terorisme adalah perang melawan Islam dan kaum muslimin. Mereka
mencoba membidik umat islam di balik isu terorisme. Mereka takut akan
bangkitnya kaum muslimin. Islam dianggap ancaman karena Islam bukan hanya
sebagai agama, namun lebih kepada ideologi atau cara pandang hidup (way of
ilfe) umatnya.
Saat ini umat islam tertuduh dan semua ketakutan dengan segala tentang islam,
karena selalu dikaitkan dengan isu terorisme. Para pelajar, aktivis Islam, dan
semisalnya menjadi resah. Mereka khawatir dituduh dan dianggap sebagai sarang
dan penyedia serta membantu aktivitas terorisme. Gerakan-gerakan dakwah pun dicurigai meskipun
gerakan dakwah itu terbuka dan tak ada sangkut pautnya dengan teroris. Beberapa
orang pun mengawasi ketat anak remajanya yang mau berangkat mengaji. Padahal hal itu tak pernah terjadi
sebelumnya. Mereka menanyakan ngajinya sama siapa, tempatnya dimana, dan
segala macam secara berulang-ulang. Bahkan di sebuah wilayah , beberapa orang
yang hendak melakukan khuruj (aktivitas yg rutin dilakukan oleh Jama’ah
Tabligh) di sebuah masjid, ditolak warga setempat pasca pengemboman di hotel JW
Marriot dan Ritz Calton. Warga setempat tidak mau daerahnya dijadikan tujuan
orang luar. Mereka takut orang-orang tersebut terlibat terorisme. Sikap
PARANOID ini muncul belakangan di beberapa daerah. Ini terjadi setelah televisi
dengan sangat gencar menyebarkan berita terorisme. Bukannya objektif,
pemberitaan di media massa cenderung menstigmatisasi negatif islam dan kaum
muslimin.
Belum
jelas benar siapa pelakunya, media massa langsung menyorot pesantren. Pesantren
dianggap mengajarkan jihad dan ini menjadi inspirasi para teroris. Media massa
pun sibuk mencari latar belakang orang-orang yang diduga teroris dengan
melakukan interogasi dan inkuisasi terhadap almamater, keluarga, dan para
tetangga. Tanpa disaring, berita isu langsung disiarkan. Padahal tidak semua
sumber berita yang didapatkannya layak
disiarkan. Hal yang sama tidak pernah dilakukan terhadap para koruptor. Adakah
media massa yang pernah mengaitkan koruptor dengan almamaternya? Kemudian menyatakan
bahwa universitas X telah mengajarkan korupsi? Atau mencari guru dan dosennya
karena dianggap sebagai inspirasi untuk korupsi?
Lihat
saja bagaimana media massa seolah jadi “orang bodoh” dan menurut saja arahan
sumber-sumber mereka. Sikap kritis mereka hilang. Bahkan untuk mencari
alternatif narasumber lain. Sampai-sampai ketika sumber-sumber berita mereka menyatakan berita salah pun,
ditelan mentah-mentah. Ketakutan akan islam akan pun mulai merambah pada
perbuatan ekstrim seperti yang terjadi di jerman, seorang pria menusukkan pisau
dapur berukuran 16 cm sebanyak 16 kali ke tubuh wanita muslim yg berjilbab dan
ironisnya wanita ini tengah mengandung 3 bulan. Melihat keadaan seperti ini
para muslim yg merasa diintimidasi akan mulai berontak dan melakukan serangkaian
aksi membela sesama muslim yg lain, meski terkadang jalur yang dipilih pun
tidak selalu benar. Kondisi seperti ini TENTU SAJA menarik bagi media untuk
meliputnya, meliput konflik tentang kemarahan kaum muslim dan lebih menuju
peliputan tindakan-tindakan ekstrim kaum muslim selama membela diri dan tidak
memperdulikan alasan kaum muslim kenapa mereka berlaku demikian. Bagi mereka yg
tidak mengerti duduk perkara yg terjadi, mereka hanya akan mengambil
mentah dari setiap fakta realitas yang
diungkap media. Padahal seandainya semua media sebagai wadah pentalur informasi
sesuai realitas yg ada, tentu saja publik tidak akan mudah terpecah belah dalam
berasumsi dan menentukan sikap kepada kaum muslimin.
Ibarat
sayur tanpa garam, itulah perumpamaan keberadaan media massa di tengah
kehidupan masyarakat. Keberadaannya seolah menjadi candu yg telah menghipnotis
publik, ketiadaaannya akan menjadikan masyarakat kehausan dan selalu
mencari-cari. Kemampuannya dalam mengolah berita dan menjadikannya sebagai konsumsi publik benar-benar telah
menunjukkan betapa media memiliki
kekuasaan dalam mengendarai pemikiran publik. Namun seharusnya media
benar-benar menjadi sumber informasi yang akurat, sumber informasi fleksibel yg
memandang dan menyoroti berbagai masalah dari dua sudut pandang sehingga dengan
demikian ibarat penyajian makanan, maka media dapat memberi sarana kepada publik untuk memilih tentang bagaimana
nantinya mereka menelan berita yg mereka konsumsi, memberi fasilitas kepada
publik untuk menentukan pada kondisi atau situasi berita seperti apa mereka
bersikap dan membiarkan publik
bereksplorasi sendiri terhadap informasi yg mereka peroleh. Seperti
kasus-kasus yg terjadi dengan agama
islam sendiri, berdasarkan dari fakta yg didapat, pencitraan “islam yg damai”
telah berubah menjadi “islam yang penuh
teror”. Hal ini akibat dari pemberitaan media yg cenderung lebih menyudutkan
dan terlalu sering mengkonotasikan islam sebagai agama yg penuh kekerasan. Dan
dampak dari semua ini adalah tak jarang terjadi permusuhan antara kaum muslim sendiri
karena saling mencurigai.
Masyarakat
juga harus tabayyun (mengklarifikasi ) berita yang datang, sehingga masyarakat
menjadi lebih bijak dalam menilai segala setuasi yang ada., tidak mudah
terpancing amarah dan bertindak ekstrim.
Subscribe to:
Posts (Atom)















.jpg)

