Ganggawa di Malam Hari

Orang bilang sangat pekat ini malam Ujung jari tak tampak mereka bilang

Menjadi Seorang Murobbi

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. 21 : 107)

FOTO KKN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

ISLAMIC CAMP

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNM

Lokasi di Jl Dg Tata Raya, Parangtambung Makassar, Sulawesi Selatan

Friday, 1 April 2011

Why Men Don't Listen

Novel ini tak sengaja saya baca. kebetulan saat itu lagi tidak ada kerjaan dan tugas, iseng-iseng buka dan baca.... eh, malah larut pada ceritanya.

berbicara tentang perbedaan perilaku dan tingkah laku antara pria dengan wanita. banyak hal-hal yang baru menurut saya yang disampaikan dalam buku ini. buku ini sangat penting untuk mengetahui psikologi lawan jenis kita, so tunggu apa lagi, download aja di sini

A Glass Of Milk

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari
pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya,
dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya.
Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka
pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta
segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah
lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "berapa saya
harus membayar untuk segelas besar susu ini ?" Wanita itu menjawab:
"Kamu tidak perlu membayar apapun". "Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima
bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan.

Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :" Dari dalam hatiku
aku berterima kasih pada anda."

Bertahun-tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis.
Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya. Mereka akhirnya
mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani
penyakit langka tersebut.

Dr. Howard dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama
kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada
mata Dr. Howard. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit,
menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui
si wanita itu.

Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke
ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk
menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian
khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan... Wanita
itu sembuh !!. Dr. Howard meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan
seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Howard
melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian
mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak
akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus diangsur seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu
yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca
tulisan yang berbunyi.."Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu !!"
tertanda, Dr. Howard Kelly.

Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa:
"Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan
tangan manusia."

Saya Keluarganya

Seorang santri baru saja lulus aliyah pesantren dengan nilai jayyid jiddan ( lumayan pintar). Dia pun berencana mengadu nasib di Jakarta.

Saat tiba di Stasiun Pasar Senen, dia melihat kerumunan orang. Rupanya sedang ada kecelakaan. Di Jakarta, kecelakaan biasanya memang menjadi tontonan yang menarik, maka dia pun memutuskan untuk ikut menonton.

Namun teryata kerumunan itu terlalu berjubel sehingga ia tidak bisa melihat korban dengan jelas, apalagi postur tubuhnya yang memang kecil. Jadi, jangankan mendekat, untuk melihat korban saja sulit. Berhubung karena merupakan santri berotak cemerlang, maka dia tidak kurang akal dan langsung berteriak-teriak sambil pura-pura panik.

“Saya keluarganya.. Saya keluarganya.. Minggir.. Tolong minggir !” katanya sambil mengacungkan jari dan mendesak maju menerobos kerumunan orang-orang tersebut.

Orang-orang pun memandanginya, dan ternyata si santri memang berhasil. Mereka langsung memberi kesempatan kepada santri itu untuk menghampiri korban kecelakaan. Santri itu pun langsung mendekati korban kecelakaan. Dan, betapa terkejutnya ketia dia melihat dengan jelas korban kecelakaan yang diakuinya sebagai keluarganya itu ternyata adalah seekor SAPI!

Musyawarah Kerja dan Temu Alumni&Pembina

SCMM (Studi Club Maipa Muslim) BEM FMIPA UNM

1. Temu Alumni
Hari : Kamis, 31 Maret 2011
Waktu : Pukul 20.00 - selesai
Tempat : Masjid Ar Rahmah BTN TAbaria


2. Temu Pembina
Hari : Jum'at, 1 April 2011
Waktu : Pukul 16.30 - Selesai
Tempat : Gedung FF 102-104


3. Musyawarah Kerja XXVIII
hari : Sabtu, 2 April 2011
Waktu : Pukul 08.00-selesai
Tempat : Gedung FE 201

Tuesday, 29 March 2011

Mengapa Imam berbalik setelah Shalat?


Apa yang seringkali Anda saksikan tentang imam shalat yang berputar posisi menghadap ke jamaah atau ke kanan atau ke kiri, semua memang ada dalil haditsnya. Semua merupakan rekaman para shahabat ketika ikut shalat berjamaah bersama Rasulullah SAW.
Beberapa di antara hadits yang menyebutkan tentang perbuatan Rasulullah SAW ketika selesai shalat kemudi

Friday, 25 March 2011

Kisah Indah Sang Khalifah


Siang di bumi Madinah, suatu hari. Matahari tengah benderang.
Teriknya sungguh garang menyapa hampir setiap jengkal kota dan pepasir lembah. Jalanan senyap, orang-orang lebih memilih istirahat di dalam rumah daripada bepergian dan melakukan perniagaan. Namun tidak baginya, lelaki tegap, berwajah teduh dan mengenakan jubah yang sederhana itu berjalan menyusuri lorong-lorong kota sendirian. Ia tidak peduli dengan panas yang menyengat. Ia tak terganggu dengan debu-debu yang naik ke udara. Ia terus saja bersemangat mengayun langkah. Sesekali ekor matanya berkerling ke sana ke mari seperti tengah mengawasi. Hatinya lega, ketika daerah yang dilewatinya sentosa seperti kemarin.
Hingga ketika ia melewati salah satu halaman rumah seorang penduduk, tiba-tiba ia berhenti. Langkahnya surut. Pandangannya tertuju pada anak kecil di sana. Ditajamkan pendengarannya, samar-samar ia seperti mendengar suara lirih cericit burung. Perlahan ia mendatanginya dan dengan lembut ia menyapa bocah laki-laki yang tengah asyik bermain.
"Nak, apa yang berada di tanganmu itu?" Wajah si kecil mendongak, hanya sekilas dan menjawab.
"Paman, tidakkah paman lihat, ini adalah seekor burung," polosnya ringan. Pandangan lelaki ini meredup, ia jatuh iba melihat burung itu mencericit parau. Di dalam hatinya mengalun sebuah kesedihan, "Burung ini tentu sangat ingin terbang dan anak ini tidak mengerti jika mahluk kecil ini teraniaya."
"Bolehkah aku membelinya, nak? Aku sangat ingin memilikinya," suaranya penuh harap. Si kecil memandang lelaki yang tak dikenalnya dengan seksama. Ada gurat kesungguhan dalam paras beningnya. Lelaki itu masih saja menatapnya lekat. Akhirnya dengan agak ragu ia berkata, "Baiklah paman," maka anak kecil pun segera bangkit menyerahkan burung kepada lelaki yang baru pertama kali dijumpainya.
Tanpa menunggu, lelaki ini merogoh saku jubah sederhananya. Beberapa keping uang itu kini berpindah. Dalam genggamannya burung kecil itu dibawanya menjauh. Dengan hati-hati kini ia membuka genggamannya seraya bergumam senang, "Dengan menyebut asma Allah yang Maha Penyayang, engkau burung kecil, terbanglah...terbanglah..."
Maka sepasang sayap itu mengepak tinggi. Ia menengadah hening memandang burung yang terbang ke jauh angkasa. Sungguh, langit Madinah menjadi saksi, ketika senyuman senang tersungging di bibirnya yang seringkali bertasbih. Sayup-sayup didengarnya sebuah suara lelaki dewasa yang membuatnya pergi dengan langkah tergesa. "Nak, tahukah engkau siapa yang membeli burung mu itu? Tahukah engkau siapa lelaki mulia yang kemudian membebaskan burung itu ke angkasa? Dialah Khalifah Umar nak..."
***
Malam-malam di kota Madinah, suatu hari.
Masih seperti malam-malam sebelumnya, ia mengendap berjalan keluar dari rumah petak sederhana. Masih seperti malam kemarin, ia sendirian menelusuri jalanan yang sudah seperti nafasnya sendiri. Dengan udara padang pasir yang dingin tertiup, ia menyulam langkah-langkah merambahi rumah-rumah yang penghuninya ditelan lelap. Tak ingin malam ini terlewati tanpa mengetahui bahwa mereka baik-baik saja. Sungguh tak akan pernah rela ia harus berselimut dalam rumahnya tanpa kepastian di luar sana tak ada bala. Maka ia bertekad malam ini untuk berpatroli lagi.
Madinah sudah tersusuri, malam sudah hampir di puncak. Angkasa bertabur kejora. Ia masih berjalan, meski lelah jelas terasa. Sesekali ia mendongak melabuhkan pandangan ke langit Madinah yang terlihat jelita. Maka ia pun tersenyum seperti terhibur dan memuja pencipta. Tak terasa Madinah sudah ditinggalkan, ia berjalan sudah sampai di luar kota. Dan langkahnya terhenti ketika dilihatnya seorang lelaki yang tengah duduk sendirian menghadap sebuah pelita.
"Assalamu'alaikum wahai fulan," ia menegur lelaki ini dengan santun.
"Apakah yang engkau lakukan malam-malam begini sendirian," tambahnya. Lelaki itu tidak jadi menjawab ketika didengarnya dari dalam tenda suara perempuan yang memanggilnya dengan mengaduh. Dengan tersendat lelaki itu memberitahu bahwa istrinya akan melahirkan. Lelaki itu bingung karena di sana tak ada sanak saudara yang dapat diminta pertolongannya.
Setengah berlari maka ia pun pergi, menuju rumah sederhananya yang masih sangat jauh. Ia menyeret kakinya yang sudah lelah karena telah mengelilingi Madinah. Ia terus saja berlari, meski kakinya merasakan dengan jelas batu-batu yang dipijaknya sepanjang jalan. Tentu saja karena alas kakinya telah tipis dan dipenuhi lubang. Ia jadi teringat kembali sahabat-sahabatnya yang mengingatkan agar ia membeli sandal yang baru.
"Umm Kultsum, bangunlah, ada kebaikan yang bisa kau lakukan malam ini," Ia membangunkan istrinya dengan nafas tersengal. Sosok perempuan itu menurut tanpa sepatah kata. Dan kini ia tak lagi sendiri berlari. Berdua mereka membelah malam. Allah menjadi saksi keduanya dan memberikan rahmah hingga dengan selamat mereka sampai di tenda lelaki yang istrinya akan melahirkan.
Umm Kultsum segera masuk dan membantu persalinan. Allah Maha Besar, suara tangis bayi singgah di telinga. Ibunya selamat. Lelaki itu bersujud mencium tanah dan kemudian menghampirinya sambil berkata, "Siapakah engkau, yang begitu mulia menolong kami?"
Lelaki ini tidak perlu memberikan jawaban karena suara Ummi Kultsum saat itu memenuhi lengang udara, "Wahai Amirul Mukminin, ucapkan selamat kepada tuan rumah, telah lahir seorang anak laki-laki yang gagah."
***
Sahabat, betapa terpesona, mengenang kisah indah Khalifah Umar bin Khatab. Ia adalah seorang pemimpin negara, tapi sejarah mengabadikan kesehariannya sebagai orang sederhana tanpa berlimpah harta. Ia adalah orang yang paling berkuasa, tapi lembaran kisah hidupnya begitu penuh kerja keras dalam mengayomi seluruh rakyatnya. Ia adalah orang nomor satu tapi siang dan malamnya jarang dilalui dengan pengawal. Ia seorang penyayang meski kepada seekor burung. Ia sanggup berlari tanpa henti demi menolong seorang perempuan tak dikenal yang akan melahirkan. Dan ia melakukannya sendiri. Ia melakukannya sendiri.

*husnul mubarikah

Dual Boot Win7 &Linux

Kelebihan Linux dari pada Windows :
1. Ini Linux Free of Charge (Gratis)
2. Sangat terbebas virus. Virus tidak akan berjalan di Linux.
3. Driver terdeteksi secara otomatis ketika menginstall Linux. Seperti VGA, Sound Card, USB, dll. Jadi langsung jalan
4. Dengan adanya Gnome seperti pada Ubuntu ini atau KDE yang membuat tampilan Linux berbasis GUI (Graifcal User Interface) yang menarik.
5. Terdapatnya beberapa komunitas yang membantu kita to solve problem jika ada kesulitan yang berhubungan dengan Linux, anda tinggal gabung saja dikota anda atau gabung di milis, misal dimilis ini http://klublinuxbandung@googlegroups.com or coba gabung di Linux.or.id jika kita mahasiswa Infomatika, wajib untuk migrasi ke Linux.
6. Efisien.
7. Installed OpenOffice, Firefox, AutoDetect juga, etc.
Berikut adalah langkah-langkah meng-install Linux di windows 7 :
Cara-cara yang dijelaskan dibawah ini adalah cara install Ubuntu di Windows sebagai aplikasi.
1. Masukan CD Linux dan jalankan aplikasinya.
2. Muncul tampilan Ubuntu Menu, karena akan meng-install Ubuntu di Windows maka klik Install Inside Windows.
3. Akan muncul tampilan Ubuntu installer. Pilih opsi-opsi yang diinginkan. Masukan usernambe dan password secara benar, karena akan di inpitkan saat pertama kali masuk ke Linux. Jika sudah klik install.
4. Tunggu sampai proses instalasi selesai. Hanya memerlikan waktu beberapa menit untuk install di windowsnya.
5. Ketika proses instalasi selesai, pilih Reboot Sekarang.
6. Setelah reboot, akan muncul tampilan dual boot Windows 7 dan Ubuntu. Pilih Ubuntu, selanjutnyakan diteruskan proses instalasi Ubuntu. Memerlukan waktu kira-kira 15-20 menitan.
7. Setelah proses instalasi Ubuntu selesai, akan muncul tampilan Log On Screen. Masukan Username dan password yang telah di inputkan pada proses nomor 3 tadi.
8. Proses Instalasi Linux Ubuntu telah selesai. Sekarang bisa digunakan.

Karena cara di atas merupakan cara install Linux Ubuntu di Windows. Maka pengaturan bisa dilakukan di Windows. Untuk memilih default OS mana yang dinginkan. Dan di Windows dianggap sebagai aplikasi, bisa dilihat dengan cara, Klik Start >> Control Panel >> Program and Features.
Untuk memilih default OS yang dinginkan apakah Ubuntu atau Windows, caranya adalah, Klik kanan pada Computer yang ada di desktop Windows >> Properties. Muncul tampilan dari system windows, lalu klik Advanced System Settings. Setelah diklik muncul tampilan System Properties, klik Tab Advanced, pada bagian Startup and Recovery klik Setting. Pada Default Operating System, pilih OS yang dinginkan pada saat boot. Klik Ubuntu jika ingin deafaultnya Ubuntu, jika sudah dipilih klik OK

Nge-Net Gratis

bagi anda yang emang gak pernah punya duit lebih buat ngenet di warnet kayaknya tips ini cukup membantu juga,itung itung kasih kesenangan buat yang gak pernah bisa lama lama di warnet. hahay gini caranya:..

1. pertama tama silahkan pergi ke warnet bagi yang gak punya duit atau punya duit tapi pas pasan. (inget!! bagi yang gak punya duit)
2. cari komputer yang kosong dan masuk billing seperti biasa
3. setelah itu buka program ms word a

Kuliah Fisika Zat Padat