Thursday, 13 October 2011

Catatan Evaluasi Pembelajaran


No
Mengukur ( measurement)
Menilai (evaluation)
1
Sebelum penelitian
Sesudah penelitian
2
Menjawab pertanyaan “berapa”
Menjawab pertanyaan “nilai berapa”
3
Kuantitatif; hasil dari perhitungan
Kulaitatif; pengkategorian
4
Objeknya individual
Objeknya kelompok
5
Membandingkan alat ukur dengan objek ukur
Membandingkan hasil ukur dengan standar penilaian
6
Hasilnya disebut skor
Hasilnya diseut nilai

·         Pengukuran adalah proses penentuan kuantitas suatu objek dengan membandingkan antara alat ukur dengan objek yang diukur
·         Penilaian adalah proses penentuan kualitas suatu objek dengan membandingkan hasil ukur dengan standar penilaian
·         Evaluasi adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat criteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan
·         Evaluasi yaitu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan (Mehrenss & Lehnman, 1975:5)
·         Evaluasi merupakan proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa (Norman, 1976)
·         Evaluasi adalah penilaian terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa kea rah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam kurikulum (Wrighstone, 1956:16).


Ø Kriteria Penilaian
1.      PAP = Penilaian acuan parokan (standar mutlak)
2.      PAN = Penilaian acuan mormal (standar relative)

PAP merupakan penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa dengan suatu patokan/criteria yang telah ditentukan. Cirri-cirinya antara lain:
-          Keberhasilan siswa ditentukan berdasarkan patokan
-          Criteria bersifat tetap
-          Batas keberhasilan dikaitkan dengan tingkat penguasaan kompetensi
PAN merupakan penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa dengan siswa lain dalam kelompoknya.ciri-cirinya :
-          Keberhasilan siswa ditentukan oleh posisinya dalam kelompok tersebut
-          Batas lulus berubah-ubah/ tidak tetap
-          Menggunakan kurva normal

Ø Ranah & Aspek yang Dinilai
B.S. Bloom, untuk mengukur dan menlai hasil belajar peserta didik dapat dlihat sbb:
A.  Ranah Kognitif (Tes)
1.    Pengetahuan : Mengingat kembali materi yang telah dipelajari
2.    Pemahaman : kemempuan memahami materi yang dipelejari
3.    Penerapan : kemampuan menggunakan apa yang telah dipelajari pada    kondisi baru
4.    Analisis : kemampuan menjabarkan isi pelajaran ke dalam bagian-bagian     unsure pokok
5.    Sintesis : kemampuan menggabungkan unsure-unsur ke dalam struktur baru
6.    Evaluasi :kemampuan menilai isi pelajaran untuk maksud / tujuan tertentu


B.  Ranah Afektif (Observasi)
1.      Menerima : mau  memperhatikan suatu kejadian
2.      Merespon : mau bertanya terhadap suatu kejadian dan berperan serta
3.      Menilai : mau menerima/menolak suatu kejadian melalui pernyataan sikap positif/ negatif
4.      Mengorganisasi : mau melibatkan diri dalm sistem nilai
5.      Karakterisasi : kemampuan mengkonseptualisasikan nilai waktu merespon dengan jalan atau membuat pertimbangan-pertimbangan
C.  Ranah Psikomotorik (Tes Perbuatan)
1.      Gerakan reflex : reaksi otot secara tidak sadar terhadap rangsangan
2.      Gerakan pokok mendasar : landasan bagi semua keg psikomotorik normal mis, : menggapai
3.      Kemampuan hayati : menafsirkan rangsangan membutuhkan gerakan penyesuaian
4.      Kemampuan jasmani : daya tahan, kekuatan, keluwesan, dan kelincahan gerak
5.      Gerak terampil : melakukan tindakan rumit dengan efisien
6.      Komunikasi berkesinambungan ; gerakan seperti posisi tubuh, isyarat tangan, ekspresi wajah.

Ø Menurut Elizabeth Simpson, Ranah psikomotorik terdiri atas:
1.      Keterampilan Penerimaan (Perception)
Terampil “menerima” &memahami petunjuk kerja
2.      Keterampilan kesiapan/SET
Kesiapan fisik, mental, emotional untuk melakukan suatu pekerjaan.
3.      Keterampilan perintah ( Gnided Response)
Terampil melakukan pekerjaan “sesuai dengan perintah” atau petunjuk kerja
4.      Keterampilan mekanis (mechanics response)
Terampil untuk melakukan pekerjaan secara mekanik sehingga menjadi terbiasa.
5.      Keterampilan kerja kompleks (complex overt response)
Terampil untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya kompleks mulus dan efisien
6.      Keterampilan adaptasi (adaptation response)
Keteramplan untuk menggunakan semua keterampilanyang telah ia miliki didalam melakukan pekerjaan atau menyelesaikan masalah dalam situasi baru
7.      Keterampilan tingkat mahir (origination response)
a.       Melakukan pekerjaan seolah-olah secaar otomatis
b.      Mampu membuat kreasi baru dalam melaksanakan pekerjaan.

Ø Acuan Penilaian Kriteria
·      Prinsipnya semua siswa memiliki kemampuan yang “sama” & bisa belajar apa saja, hanya waktu yang diperlukan untuk mencapai kemampuan tertentu berbeda.
·      Standar ketuntasan harus ditentukan terlebh dahulu
·      Hasil penilaian : lulus dan tidak lulus

Indikator  : karakteristik, cirri-ciri, tanda-tanda, perbuatan yang harus dilakukan untuk menunjukan siswa yang bersangkutan telah mencapai KD tertentu
v  Belajar  Tuntas
Prinsip belajar tuntas untuk pencapaian kompetensi sangat efektif untuk peningkatan mutu pendidikan
(John B.Carrol, James Block, and Benyamin S.Bloom)
Tujuan Belajar Tuntas: siswa mendapat kesempatan untuk mencapai angka tertinggi dengan menguasai bahan pelajaran secara tuntas (materi disiapkan secara sempurna)
v  Strategi   Pelaksanaan Belajar Tuntas (terbatas)









KD 1
 
 


 

Apersepsi (pemanasan

E= Enrinchenment (pengayaan)
R= Remidial
1.      Belajar tuntas maju berkelanjutan terbatas
2.      Belajar tuntas maju berkelanjutan tak terbatas

v  Cara Penilaian
·    Lihat kompetensi pada kurikulum (SKL, SK, KD)
·    Alat penilaian sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
·    Ketika penilaian berlangsung pertimbangkan kondisi anak
·    Petunjuk pelaksanaan harus jelas, gunakan bahasa yang mudah dipahami
·    Kriteriaa penyekoran jelas
·    Gunakan berbagai cara&alat untuk menilai beragam kompetensi
·    Lakukan rangkaian aktivitas penilaian melalui pemberian tugas, PR, ulangan, pengamatan, dan sebagainya.
v  Teknik/cara Penilaian
1.      Unjuk Kerja (Performance)
Pengamatan terhadap aktivitas siswa sebagaimana terjadi (unjuk kerjaa, tingkah laku, interaksi). Cocok untuk:
·      Penyajian lisan (ketika berbicara, berpidato, baca puisi, diskusi)
·      Pemecahan masalah dalam kelompok
·      Partisipasi dalam diskusi
·      Menari
·      Memainkan alat music
·      Olah raga
·      Penggunaan peralatan lab
·      Mengopeasikan suatu alat
2.      Pennugasan (Proyek)
Penilaian terhadap suatu tugas (mengandung investigasi) yang harus selesai dalam waktu tertentu.
Tahapan:
·      Perencanaan
·      Pengumpulan data
·      Pengolahan data
·      Penyajian data
Bermanfaat menilai:
·      Pemahaman dan pengetahuan dalam bidang tertentu
·      Kemampuan mengaplikasi pengetahuann dalam suatu penyelidikan
·      Kemampuan menginformasikan subjek secara jelas
3.      Hasil Kerja (produk)
Penilaian hasil kerja dan Proses
·      Hasil akhir seperti:
-       Makanan
-       Pakaian
-       Hasil karya seni
-       Barang-barang dari kayu, keramik, plastik
·      Proses seperti:
-       Menggunakan teknik menggambar
-       Menggunakan peralatan dengan aman
-       Membakar kue dengan baik
4.      Tes Tertulis (Paper & Pen)
Memilih jawaban  : pilihan ganda, 2 pilihan (B-S, Ya-Tidak)
Mensuplai jawaban : isian atau melengkapi jawaban singkat, uraian
5.      Portofolio (Portofolio)
Penilaian melalui koleksi karya ( hasil kerja) yang sistematis.
·      Pengumpulan data melalui karya siswa
·      Pengumpulan dan penilaian yang terus menerus
·      Refleksi perkembangan berbagai kompetensi
·      Memperlihatkan  tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa
·      Bagian integral dan proses pembelajaran
·      Untuk satu periode
·      Tujuan diagnostic
Karya yang dapat dikumpulkan untuk penilaian prtofolio:
1.      Puisi
2.      Karangan
3.      Gambar/lukisan
4.      Paper
5.      Synopsis
6.      Naskah pidato/khutbah
7.      Naskan drama
8.      Doa
9.      Surat
10.  Komposisi music
Yang perlu diperhatikan:
·  Siswa merasa memiliki portfolio sendiri
·  Tentukan “bersama” hasil kerja apa yang akan dikumpulkan
·  Kumpulkan dan simpan hasil kerja siswa dalam satu tempat
·  Beri tanggal pembuatan
·  Tentukan criteria untuk menilai hasil kerja siswa
·  Meminta siswa untuk menilai hasil kerja mereka secara berkeseimbangan
·  Bagi yang kurang, beri kesempatan perbaiki karianya, tentukan jangka waktunya.
·  Usahakan (bila perlu) jadwalkan pertemuan dengan orang tua
6.      Penilaian Sikap
Penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap objek sikap.
Cara:
·      Observasi perilaku, misalnya: kerjasama, inisiatif, perhatian
·      Pertanyaan langsung, misalnya: tanggapan terhadap tatib baru
·      Laporan pribadi, misalnya: menulis pandangan tentang tawuran antar mahasiswa/siswa.

v  PENETAPAN KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
·      KKM adalah criteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan
·      KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai  batas ambang kompetensi
·      KKM ditentukan oleh guru mata pelajaran (bukan MGMP) pada awal tahun pelajaran dengan memperhatikan :
1.      Intake (kemampuan rata-rata peserta didik)
2.      Kompleksitas (mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainya kompetensi dasar)
3.      Kemampuan daya dukung (berorientasi pada sumber belajar)
·      Rambu-Rambu
-       KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di saatun pendidikan
-       Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan oleh satuan KD berkisar 0-100%
-       Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0-100
-       Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimum dan berupaya secara bertahap meningkatkan untuk mencapai ketuntasan masksimal
-       Nilai KKM harus dicantumkan dalam laporan hasil belajar peserta didik.
·      Fungsi KKM
-       Sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai dengan KD mata pelajaran yang diikuti
-       Sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran
-       Dapat digunakan sebagai bagian komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekoah
-       Merupakan kontrak pedagogic antara pendidik dengan peserta didik dan satuan pendidikan dengan masyarakat
-       Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran

v  MEKANISME PENETAPAN KKM
A.    Prinsip Penetapan KKM
1.      Dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan intake, daya dukung, dan kompleksitas
2.      KKM KD merupakan rata-rata dari KKM indikator di KD tersebut
3.      KKM SK merupakan rata-rata dari KKM KD di SK tersebut
4.      KKM mata pelajaran adalah rata-rata KKM SK
5.      Pada setiap indikator atau KD dimungkinkan perbedaan KKM
B.     Langkah-Langkah Penetapan KKM
1.      KKM indikator =>KKM KD=>KKM SK=>KKM Mata Pelajaran
2.      Hasil penetapan KKM oleh guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian
3.      KKM yang ditetapkan lalu disosialisasikan  kepada pihak-pihak yang berkepentingan  yaitu peserta didik, orang tua, dan  dinas pendidikan.
4.      KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik
C.    Penentuan KKM
1.      Kompleksitas
Tingkat kompleksitas: kesulitan & kerumitan setiap KD atau indikator yang harus dicapai oleh peserta didik.
Contoh: kompleksitas tinggi
Guru
Waktu
Peserta didik
Memahami kompetensi yang harus dicapai peserta didik
Cukup lama karena butuh pengulangan
Penalaran dan kecermatan paserta didik yang tinggi
Krestif dan inovatif dalam melakukan pembelajaran



2.      Daya dukung
a.       Ketersediaan tenaga pengajar
b.      Sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan
c.       Biaya operasional pendidikan
d.      Manajemen sekolah
e.       Kepedulian stakeholders sekolah
3.      Intake (kemampuan rerata peserta didik)
a.       Untuk kelas X, didasarkan pada hasil seleksi penerimaan peserta didik baru, nilai ujian nasional, rapor kelas 3 SMP, tes seleksi masuk, atau psikotes
b.      Untuk kelas XI dan XII, didasarkan pada tingkat pencapaian KKM peserta didik pada semester atau kelas sebelumnya
Format KKM
KD dan Indikator
KKM
Kriteria Penetapan Ketuntasan
Nilai KKM
Kompleksitas
Daya Dukung
Intake
KD 1
·      Indikator 1
·      Indikator 2
·      Indikator 3




KD 2
·      Indikator 1
·      Indikator 2
·      Indikator 3





v  MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
A.    Dengan Memberi Poin
Kriteria
Nilai
Tinggi
Sedang
Rendah
Kompleksiatas
1
2
3
Daya dukung
3
2
1
Intake
3
2
1
Jika indikaatornya : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi, intake sedang, maka nilai adalah :

B.     Dengan Rentang Nilai
Penentuan rentang nilai dan penetapan nilai dari setiap kriteria (MGMP), misalnya:

Kriteria
Nilai
Tinggi
Sedang
Rendah
Daya dukung
81-100
65-80
50-64
Intake
81-100
65-80
50-64
Kompleksitas
50-64
65-80
81-100
Jika kompleksitas sedang (75), daya dukung tinggi(95), intake (70), maka KKM indikatornya:

v  ATURAN PEMBUATAN TABEL
·         Judul Tabel
-       Sebaiknya ditulis di tengah-tengah bagian atas
-       Diberi nomor agar mudah mencarinya
Misalnya: tabel 1(2) artinya materi bab dan urutan tabel ke dua yang dibahas
-       Ditulis capital
-       Singkat dan jelas meliputi : masalah apa, dimana, kapan, dan sebagainya. Satuan objek yang dipermasalahkan (jika Ada)
·         Judul Baris
-          Singkat dan jelas
-          Dapat ditulis dalam beberapa baris
-          Sebaiknya jangan dilakukan pemisahan bagian kata.
·         Judul Kolom (sama dengan atas)
·         Catatan atau Sumber Data (jika Ada)
-          ditulis pada bagian bawah tabel
·         Jika ada waktu, disusun secara berurutan
Misalnya:(1) senin, selasa, dst.
                (2) 1999, 2000, dst.

·         Jika ada kategori, disusun menurut Kebiasaan
Misalnya: 1) laki, perempuan
               2) besar, kecil
                 3) untung, rugi
v  MACAM-MACAM TABEL
·         Tabel baris kolom
·         Tabel kontingensi
·         Tabel ditribusi frekuensi
Contoh 1:
Data jumlah lulusan mahasiswa FMIPA UNM Th.2003 sebagai berikut:
1.      Pend. Fisika 95 orang terdiri atas
 S1=30 org (L) dan 25 org (W)
 D2=25 org (L) dan 15 org (W)
2.      Pend. Biologi 90 orang terdiri atas
 S1=15 org (L) dan 30 org (W)
 D2=25 org (L) dan 20 org (W)
3.      Pend. Kimia 60 orang terdiri atas
 S1=10 org (L) dan 15 org (W)
 D2=18 org (L) dan 17 org (W)
4.      Pend. Matematika 110 orang terdiri atas
 S1=25 org (L) dan 40 org (W)
 D2=15 org (L) dan 30 org (W)
Susun dalam bentuk tabel!!!





I.     Tabel Baris-Kolom
TABEL 1(1)
JUMLAH LULUSAN MAHASISWA S1 DAN D2
DARI EMPAT JURUSAN DI FMIPA UNM TH 2003
Jurusan
S1
D2
Jumlah
Laki-laki
wanita
Laki-laki
Wanita
Fisika
30
25
25
15
95
Biologi
15
30
25
20
90
Kimia
10
15
18
17
60
Matematika
25
40
15
30
110

80
110
83
82
335

II.  Tabel Kontingesi
Jurusan
S1
D2
Jumlah
Fisika
Biologi
Kimia
Matematika
55
45
25
65
40
45
35
45
95
90
60
110
Jumlah
190
165
355s

III.   Tabel Distribusi Frekuensi
·         Sebuah tabel yang berisi skor/nilai-nilai data, dengan skor/nilai-nilai tersebut dikelompokkan dalam interval-interval dan setiap interval skor/nilai masing-masing punya frekuensi
·         Array: data yang disusun dari data yang kecil ke data yang besar
·         Data tak berkelompok, yaitu data yang skor/nilainya belum disusun dalam tabel distribusi frekuensi
·         Data berkelompok, yaitu data yang skor/nilainya telah disusun dalam tabel distribusi frekuensi

v  LANGKAH-LANGKAH DALAM PEMBUATAN TABEL DITRIBUSI FREKUENSI
1.      Menentukan rentang skor (r) => nilai maksimal-nilai minimal
2.      Menentukan banyak kelas interval (k)
a.      
b.      Aturan Sturges,
3.      Menentukan panjang kelas interval (p)
                 
Cat: p.k = (r + 1) + X
      Jika  X=0 maka ambil data terkecil
      Jika X= 3 maka :
-          2,1 (data terkecil dikurang 1, data  terbesar ditambah 2)
-          1,2 (data terkecil dikurang 2, data terbesar ditambah 1)
                        Jika X = minus maka pakai batas bawah dan batas atas relative.
Contoh 2 :
Data hasil ujian tengah semester mata kuliah evaluasi dari mahasiswa S1 jurusan fisika FMIPA
25
13
46
47
21
34
38
9
19
41
21
19
8
13
18
42
37
26
19
49
9
18
22
32
8
44
31
47
21
14
10
41
32
26
19
29
38
29
11
32
26
25
9
44
25
29
33
10
41
15
Penyelesaian:
r = 49-8=41, k = 5 (ditentukan), p = r/k=41/5=8,…..=9
p.k=(r+1)+X, X=3 (data terkecil dikurang 1,data terbesar ditambah 2)
Hasil Ujian (Kelas Interval)
Banyak Mahasiswa (f)
7 – 15
16 – 24
25 – 33
34 – 42
43 – 51
12
10
14
8
6

v  MACAM-MACAM TABEL FEKUSENSI
A.    Tabel ditribusi frekuensi relative
“frekuensi relative diartikan sebagai frekuensi dalam bentuk persentase”
HASIL UJIAN TENGAH SEMESTER
DARI MAHASISWA PROGRAM S-1 JURUSAN
PENDIDIKAN FISIKA FMIPA UNM
Hasil Ujian (Kelas Interval)
Banyak Mahasiswa (f %)
7 – 15
16 – 24
25 – 33
34 – 42
43 – 51
JUMLAH
12/50 x 100%=24
10/50 x 100%=20
14/50 x 100%= 28
8/50 x 100%= 16
6/50 x 100% = 12
100

No comments:

Post a Comment

Post a Comment